Data Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kutim Menurun

  • Bagikan
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono

SIBERONE.ID, SANGATTA — Data Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kutai Timur mengalami penurunan setelah dilakukan verifikasi dan validasi langsung terhadap data yang sebelumnya dirilis pada Maret 2025.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur, Mulyono, mengatakan data awal mencatat sekitar 13 ribu anak masuk dalam kategori ATS. Namun, pengecekan di lapangan menunjukkan sebagian anak yang tercatat ternyata masih mengikuti pendidikan.

Verifikasi tersebut dilakukan dengan melibatkan unsur di tingkat desa hingga lingkungan masyarakat. Dari proses itu, ditemukan lebih dari 3.000 anak yang sebelumnya tercatat sebagai ATS ternyata masih bersekolah.

“Setelah kita lakukan verifikasi dan validasi ke lapangan dengan melibatkan PKK desa, kemudian RT, diperoleh data lebih 3.000, ternyata anak itu sekolah. Dan sudah diperbaiki datanya sekarang tinggal 10.000,” kata Mulyono saat diwawancarai, Senin (14/09/2026).

Dengan adanya pembaharuan tersebut, jumlah ATS yang tercatat saat ini berada di kisaran 10 ribu anak. Mulyono menyebut angka tersebut masih menjadi data yang terus diperbarui sesuai hasil verifikasi di lapangan.

Selain menemukan anak yang ternyata masih bersekolah, proses pencocokan data juga mendapati adanya sekitar 4.000 anak yang belum berhasil ditemukan keberadaannya. Kondisi tersebut menjadi bagian dari catatan dalam proses pemutakhiran data ATS.

“Angkanya masih sekitar 10.000, 10.000-an lah ya. Dari Januari, itu bisa dilihat setiap saat melalui verifikasi ATS,” ujarnya.

Pemutakhiran data dilakukan agar angka ATS yang digunakan pemerintah daerah semakin sesuai dengan kondisi sebenarnya. Data hasil verifikasi juga telah disampaikan kepada Pusdatin sebagai pihak yang mengeluarkan data ATS. (adv/SO2)

  • Bagikan