Sibudaya Jadi Basis Digital Pendataan Kebudayaan Kutim

  • Bagikan
Kepala Seksi Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, David Hernanda

SIBERONE.ID, SANGATTA – Pendataan kebudayaan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai diarahkan ke sistem digital melalui aplikasi Sibudaya. Platform tersebut menjadi wadah untuk menghimpun berbagai data kebudayaan agar terdokumentasi dalam satu sistem.

Kepala Seksi Bidang Kebudayaan Kutim, David Hernanda, mengatakan Sibudaya digunakan untuk mendata berbagai hal yang berkaitan dengan kebudayaan di tingkat kabupaten. Penggunaan sistem ini mencakup sejumlah unsur yang selama ini menjadi bagian dari pendataan bidang kebudayaan.

“Sibudaya itu berupa aplikasi untuk pendataan. Adapun data yang berkaitan dengan kebudayaan masuk di situ,” ujar David.

Data yang dihimpun tidak hanya berkaitan dengan peninggalan budaya. Informasi mengenai cagar budaya, kesenian hingga sumber daya manusia (SDM) kebudayaan juga menjadi bagian dari data yang dimasukkan ke dalam aplikasi tersebut.

Dengan adanya pendataan berbasis aplikasi, informasi kebudayaan Kutim dapat dihimpun dalam satu wadah digital. Sistem tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendokumentasikan berbagai unsur kebudayaan yang ada.

David menyebut Sibudaya digunakan untuk kebutuhan pendataan di tingkat kabupaten. Sementara untuk cakupan yang lebih luas, terdapat sistem pendataan kebudayaan di tingkat nasional.

“Kalau untuk tingkat kabupaten kita punya Sibudaya. Sebenarnya untuk tingkat nasional juga ada, namanya Dapobud atau Daftar Pokok Kebudayaan,” katanya.

Dapobud menjadi sistem pendataan pada tingkat nasional yang berkaitan dengan berbagai unsur kebudayaan. Keberadaan dua sistem tersebut membuat pendataan kebudayaan dilakukan pada jenjang kabupaten hingga nasional.

Bagi Kutim, Sibudaya menjadi salah satu sarana untuk menjaga dokumentasi kebudayaan tetap tercatat di tengah perkembangan teknologi. Data yang tersimpan dapat menjadi bagian dari dokumentasi kebudayaan daerah secara berkelanjutan. (adv/SO2)

  • Bagikan