SIBERONE.ID, KUTIM – Upaya menjaga keberadaan budaya daerah di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dilakukan melalui berbagai kegiatan seni dan tradisi. Program tersebut menjadi ruang untuk menampilkan kembali kebudayaan masyarakat di sejumlah wilayah.
Kepala Seksi Bidang Kebudayaan Kutim, David Hernanda, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari 50 program Bupati Kutim. Pelaksanaannya diarahkan sebagai salah satu bentuk pelestarian kebudayaan daerah.
“Untuk bidang kebudayaan, salah satu dari 50 program Bupati itu adalah penyelenggaraan festival,” ujar David.
Pelaksanaannya tidak hanya terpusat di satu wilayah. Sejumlah kegiatan digelar di Sekerat dan Ufah di Kecamatan Kongbeng, dengan menyesuaikan kebudayaan yang berkembang di masing-masing daerah.
Berbagai bentuk kesenian dan tradisi masyarakat turut ditampilkan. Unsur budaya adat hingga pertunjukan seni daerah menjadi bagian dari rangkaian kegiatan tersebut.
Di Sekerat, misalnya, digelar Festival Belian yang berkaitan dengan tradisi masyarakat setempat. Selain itu, sejumlah kesenian tradisional juga ditampilkan dalam kegiatan tersebut.
“Di Sekerat itu ada Festival Belian, kemudian ada tari-tarian dan kebudayaan adat kita yang ditampilkan,” katanya.
David menambahkan, program tersebut tetap dijalankan tahun ini di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Kondisi itu membuat sejumlah kegiatan kebudayaan lainnya tidak dapat dilaksanakan.
Pelaksanaan kegiatan seni dan budaya tersebut menjadi salah satu cara pemerintah daerah menjaga ruang bagi masyarakat untuk menampilkan sekaligus mengenalkan kebudayaan lokal di tengah keterbatasan anggaran. (adv/SO2)














