Pendataan Balita Diperkuat, Angka Stunting Kutim Turun Jadi 12,4 Persen

  • Bagikan
Yuwana Sri Kurniawati, Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur

SIBERONE.ID, SANGATTA – Angka stunting di Kabupaten Kutai Timur menunjukkan penurunan berdasarkan data yang masuk ke Kementerian Kesehatan hingga 31 Agustus 2026. Dari sebelumnya sekitar 16 persen, angka tersebut kini berada di kisaran 12,4 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, Yuwana Sri Kurniawati, menyebut capaian tersebut berada di bawah target nasional yang ditetapkan sebesar 14 persen. Penurunan ini menjadi salah satu perkembangan dalam upaya penanganan masalah pertumbuhan anak di daerah.

Salah satu langkah yang dikembangkan Dinkes Kutim adalah Pentas Kutim. Inovasi tersebut diluncurkan pada 26 Juli bertepatan dengan peringatan Hari Anak dan menjadi bagian dari proyek perubahan yang dikembangkan Yuwana dalam pendidikan dan pelatihan kepemimpinan.

Pentas Kutim diarahkan untuk memperbaiki pendataan kondisi bayi dan balita melalui pencatatan antropometri. Pengukuran tersebut dilakukan di sejumlah titik layanan, mulai dari Posyandu, tempat pendidikan anak, hingga fasilitas pelayanan kesehatan.

Menurut Yuwana, proses pencatatan tidak lagi hanya mengandalkan mekanisme manual. Kader turut dilibatkan dalam penginputan data secara digital sehingga informasi mengenai kondisi anak dapat dihimpun dan diteruskan untuk ditindaklanjuti.

“Pentas Kutim kita lakukan sebagai terobosan untuk pendampingan, mulai dari penginputan data kunjungan antropometri bayi balita. Itu dilakukan di Posyandu, tempat-tempat pendidikan anak dan juga fasyankes,” ujar Yuwana.

Data yang terkumpul menjadi bagian dari pemantauan pertumbuhan anak secara lebih terarah. Hasil pendataan kemudian dapat digunakan untuk menentukan anak yang membutuhkan pendampingan maupun intervensi lebih lanjut.

Perhatian Dinkes tidak hanya diberikan kepada bayi dan balita yang telah mengalami masalah pertumbuhan. Pendampingan juga menyasar ibu hamil dan remaja putri sebagai bagian dari upaya mencegah munculnya kasus stunting baru.

“Yang sudah ada segera kita intervensi sambil stop stunting. Jangan ada lagi stunting,” kata Yuwana.

Dengan penurunan angka hingga di bawah target nasional, Dinkes Kutim tetap melanjutkan pendampingan dan pemantauan. Penguatan pencatatan di tingkat layanan dasar diharapkan membantu memastikan kondisi anak terpantau sejak awal sehingga intervensi dapat dilakukan lebih cepat. (adv/SO2)

  • Bagikan