SIBERONE.ID, SANGATTA – Dinas Kesehatan Kutai Timur menyiapkan lima program prioritas untuk memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat. Fokusnya mencakup pemenuhan tenaga kesehatan, pembenahan fasilitas, penanganan stunting, jaminan kesehatan, serta pelayanan bergerak bagi warga di wilayah terpencil.
Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, Yuwana Sri Kurniawati, menyampaikan pemenuhan tenaga kesehatan menjadi salah satu perhatian utama. Kebutuhan di Puskesmas terus diupayakan terpenuhi, termasuk melalui tenaga yang dibiayai dengan skema honor Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) bagi fasilitas yang telah menerapkannya.
Selain sumber daya manusia, pembenahan sarana dan prasarana kesehatan juga masuk dalam prioritas. Yuwana menyebut kebutuhan pembangunan maupun perbaikan tetap diakomodasi, meski pelaksanaannya turut menyesuaikan kondisi anggaran setelah adanya efisiensi.
Program berikutnya berkaitan dengan penanganan stunting melalui pemenuhan kebutuhan gizi bayi dan balita. Pemberian makanan tambahan menjadi salah satu bentuk intervensi yang disiapkan untuk mendukung tumbuh kembang anak sekaligus menekan risiko munculnya kasus baru.
Pada sisi pembiayaan layanan, pemerintah daerah juga memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Kepesertaan BPJS Kesehatan bagi kelompok tersebut ditanggung Pemkab Kutim melalui Dinas Kesehatan sesuai data penerima yang menjadi sasaran program.
“Termasuk kemarin ada pengalihan peserta BPJS PBI dari provinsi, sebanyak 24 ribu sekian itu sudah kita cover dari Dinas Kesehatan Kutai Timur,” kata Yuwana.
Cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan di Kutim disebut telah mencapai 106 persen. Angka tersebut berada di atas batas Universal Health Coverage (UHC) yang berada pada 98 persen, salah satunya turut dipengaruhi kepesertaan pekerja pendatang yang masih menggunakan identitas kependudukan dari daerah asal.
Prioritas lainnya diarahkan pada pelayanan kesehatan bergerak untuk menjangkau masyarakat di daerah terpencil. Layanan ini menyasar wilayah yang belum memiliki akses memadai terhadap pelayanan dokter spesialis melalui kegiatan pengobatan gratis secara bergantian.
“Dokter keliling ini untuk mempermudah akses kesehatan bagi warga daerah terpencil. Kita sudah mapping beberapa kecamatan yang memang belum ada akses pelayanan kesehatan dokter spesialis,” ujar Yuwana.
Pelayanan bergerak sebelumnya telah dilaksanakan di Sandaran dan Batu Ampar. Karangan menjadi lokasi berikutnya. (adv/SO2)














