PKBM dan Lembaga Kursus Akan Kolaborasi Bekali Warga Belajar dengan Keterampilan

  • Bagikan
Heri Purwanto, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Kutim

SIBERONE.ID, SANGATTA – Pendidikan nonformal di Kutai Timur diarahkan tidak berhenti pada pencapaian ijazah kesetaraan. Pemerintah daerah mulai mendorong keterhubungan antara lembaga pendidikan nonformal dan lembaga kursus agar warga belajar memperoleh bekal keterampilan tambahan.

Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Kutim, Heri Purwanto, mengatakan penguatan layanan tersebut dilakukan dengan mempertemukan lembaga yang selama ini bergerak di bidang pendidikan kesetaraan dengan penyelenggara kursus.

Saat ini, layanan PNF di Kutim terdiri atas satu Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) negeri dan 18 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Keberadaan lembaga kursus kemudian diarahkan menjadi mitra untuk memperluas kemampuan yang diperoleh warga belajar selama mengikuti pendidikan.

“Bagaimana lembaga-lembaga kursus itu bisa nanti membantu teman-teman di SKB dan PKBM untuk keterampilan warga belajarnya,” kata Heri.

Kolaborasi tersebut memungkinkan warga belajar mendapatkan keterampilan yang tidak hanya berkaitan dengan materi pendidikan kesetaraan. Kemampuan praktis dari lembaga kursus diharapkan dapat menjadi tambahan setelah mereka menyelesaikan pendidikan di PKBM maupun SKB.

Heri menjelaskan, pola kerja sama itu juga dapat berjalan dua arah. Warga belajar yang mengikuti kursus tetapi belum memenuhi standar pendidikan dapat diarahkan memperoleh layanan pendidikan melalui SKB atau PKBM.

Dengan pola tersebut, pendidikan nonformal dapat menghubungkan kebutuhan pendidikan dasar dengan pengembangan keterampilan. Warga belajar tidak hanya diarahkan menyelesaikan jenjang pendidikan, tetapi juga memiliki kemampuan yang dapat digunakan setelah kembali ke lingkungan masyarakat.

“Sehingga nanti begitu selesai Paket C, dia tidak hanya dapat ijazah saja tetapi juga punya keterampilan untuk nanti kembali di masyarakat, sehingga tidak kebingungan seandainya dia harus kerja,” jelasnya.

Heri menyebut pembinaan terhadap lembaga kursus menjadi bagian dari tugas bidang PNF. Karena itu, keberadaan lembaga kursus tidak hanya berkaitan dengan penyelenggaraan pelatihan, tetapi juga diarahkan untuk mendukung penguatan layanan pendidikan nonformal di Kutai Timur. (adv/SO2)

  • Bagikan