Kecelakaan di Kutim Cenderung Naik, Data 2026 Menunggu Akhir Tahun

  • Bagikan
Kepala Seksi Keselamatan Lingkungan Perhubungan Dishub Kutim, Awang Adi Juni Astara saat ditemui Awak Media

SIBERONE.ID, SANGATTA – Catatan kecelakaan lalu lintas di Kutai Timur disebut mengalami kecenderungan peningkatan setiap tahun. Meski jumlahnya bertambah, kenaikan tersebut tidak berada pada persentase yang tinggi. Data kecelakaan yang menjadi rujukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim diperoleh dari Satlantas.

Kepala Bidang Pengembangan dan Keselamatan Dishub Kutim, Mega Pujiyanti, melalui Kepala Seksi Keselamatan Lingkungan Perhubungan, Awang Adi Juni Astara, menjelaskan perkembangan kecelakaan dipantau berdasarkan data dari jajaran Satlantas Kutim. Informasi tersebut menjadi bahan untuk melihat kondisi kecelakaan dari tahun ke tahun.

Pencatatan kecelakaan dilakukan sepanjang periode berjalan sehingga angka tahunan belum dapat langsung ditetapkan sebelum seluruh kejadian dalam satu tahun selesai dihimpun. Karena itu, perbandingan antar periode membutuhkan data yang sudah lengkap.

Menurut Awang, pola peningkatan kecelakaan memang terlihat dalam catatan tahunan. Namun, pertambahan tersebut tidak terlalu besar jika dihitung berdasarkan persentasenya. Data yang digunakan Dishub tetap mengacu pada pencatatan dari Satlantas Kutim.

“Setiap tahun biasanya naik, cuma persentasenya enggak tinggi. Data kecelakaan itu kita dapat dari teman-teman Satlantas Kutai Timur,” ujar Awang.

Sementara untuk 2026, angka kecelakaan belum dapat dibandingkan secara menyeluruh dengan tahun sebelumnya. Data tahun berjalan masih menunggu seluruh kejadian hingga penghujung Desember sehingga belum menjadi catatan tahunan yang final.

Dishub biasanya memperoleh data yang telah dihimpun setelah periode satu tahun berakhir. Setelah seluruh pencatatan selesai, jajaran Laka Satlantas melakukan penyusunan data sebelum hasilnya dirilis.

Mekanisme tersebut membuat data kecelakaan tidak langsung tersedia dalam bentuk angka tahunan ketika tahun masih berjalan. Dishub pun masih menunggu hasil pencatatan dari Satlantas untuk mendapatkan gambaran lengkap mengenai kondisi kecelakaan sepanjang 2026.

“Biasanya di akhir tahun, sampai Desember kan, baru di-rilis dari teman-teman Laka,” kata Awang.

Dengan demikian, perkembangan kecelakaan 2026 baru dapat dilihat secara lebih utuh setelah seluruh periode Januari hingga Desember selesai. Data dari jajaran Laka Satlantas nantinya menjadi dasar untuk mengetahui perubahan angka kecelakaan dibandingkan catatan tahun sebelumnya. (adv/SO2)

  • Bagikan