DPRD Dorong MYC Dipercepat

  • Bagikan
Anggota Komisi D DPRD Kutim, Yulianus Palangiran

SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR— DPRD Kutai Timur mendorong pemerintah mempercepat penyelesaian proyek Multi Years Contract (MYC) di sejumlah sektor pelayanan publik. Anggota Komisi D, Yulianus Palangiran, menyebut percepatan MYC penting untuk mengantisipasi dampak penurunan anggaran tahun depan. Ia menegaskan bahwa proyek yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat harus menjadi prioritas utama.

“Penundaan bisa menimbulkan masalah baru,” ujarnya.

Yulianus menilai MYC memungkinkan pemerintah mengamankan pembangunan jangka menengah secara lebih stabil. Dengan mekanisme ini, kegiatan pembangunan tidak perlu terhenti akibat penyesuaian anggaran tahunan. Ia menekankan bahwa efisiensi harus tetap dijaga agar pemborosan anggaran tidak terjadi. Pemerintah diminta memperkuat pengawasan secara menyeluruh.

Ia juga menyampaikan bahwa MYC harus dipusatkan pada program yang berkaitan dengan kesejahteraan rakyat. Sektor kesehatan, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan diusulkan masuk daftar utama.

“Jangan sampai MYC malah fokus ke hal yang tidak berdampak langsung bagi masyarakat,” kata Yulianus. Ia menegaskan pentingnya keberpihakan kepada warga kecil.

Selain itu, ia meminta pemerintah melakukan evaluasi teknis sebelum menetapkan skema MYC. Evaluasi dianggap penting untuk memastikan proyek tersebut benar-benar diperlukan. Menurutnya, setiap kontrak jangka panjang harus dipertimbangkan matang agar tidak menjadi beban.

“Kita tidak ingin MYC berubah menjadi masalah di kemudian hari,” tegasnya.

Yulianus juga menyoroti pentingnya koordinasi antarinstansi agar pelaksanaan MYC berjalan efektif. Tanpa koordinasi yang baik, proyek rawan terhambat oleh perbedaan kebijakan. Ia menilai OPD harus duduk bersama membahas kebutuhan yang paling mendesak. Hal itu akan memastikan anggaran tersalurkan secara tepat sasaran.

Di akhir, Yulianus berharap MYC dapat menjadi solusi untuk menjaga kesinambungan pembangunan Kutai Timur. Ia percaya bahwa dengan perencanaan matang, pemerintah dapat tetap memberikan layanan terbaik. Menurutnya, langkah berani diperlukan agar pembangunan tidak stagnan di tengah penurunan anggaran.

“Kita harus menjaga ritme pembangunan,” pungkasnya. (adv/sl)

  • Bagikan