SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR- Fraksi Partai Demokrat DPRD Kutai Timur meminta pemerintah kabupaten memastikan Belanja Daerah tahun anggaran 2026 benar-benar berpihak kepada masyarakat, terutama mereka yang tinggal di wilayah terpencil. Seruan itu disampaikan dalam Pandangan Umum Fraksi pada Rapat Paripurna, Selasa (25/11/2025), ketika Demokrat menilai kebutuhan dasar di kawasan pesisir, pedalaman, dan perbatasan masih tertinggal dibanding wilayah lainnya.
Ketua Fraksi Demokrat, Pandi Widiarto, menyampaikan apresiasi kepada para guru yang mengajar di daerah-daerah sulit. Ia menyebut dedikasi para tenaga pendidik di wilayah terpencil menjadi bagian penting dalam menjaga akses pendidikan tetap berjalan meski sarana belum memadai.
Demokrat kemudian menyoroti sektor pendidikan yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius. Fraksi mendorong pemerintah daerah memperkuat dukungan terhadap Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) agar dapat hadir di seluruh wilayah Kutai Timur tanpa kecuali. Pandi menegaskan bahwa belanja pendidikan tidak boleh berhenti pada pemenuhan kuantitas semata. Menurut dia, komitmen alokasi 20 persen APBD harus dibarengi peningkatan kualitas, mulai dari ketersediaan tenaga pengajar, pemerataan fasilitas sekolah, hingga pemenuhan sarana belajar yang layak.
Di sektor kesehatan, Demokrat menilai kebutuhan layanan dasar di kecamatan dan desa belum sepenuhnya merata. Ia meminta percepatan pemenuhan tenaga medis, obat-obatan, fasilitas rawat, dan penguatan layanan puskesmas. Pemanfaatan Rumah Sakit Daerah juga diminta dimaksimalkan agar masyarakat tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan.
Pandi menekankan bahwa pemerataan infrastruktur publik harus menjadi agenda pokok pemerintah daerah pada 2026. Menurutnya, pembangunan tidak boleh lagi tersentral di ibu kota kabupaten. Jalan, transportasi, telekomunikasi, air bersih, dan listrik di wilayah pesisir, pedalaman, dan perbatasan harus masuk prioritas agar pertumbuhan ekonomi dan kualitas layanan publik dapat bergerak seiring.
Ia menutup pandangan fraksi dengan penekanan pada pentingnya pendidikan sebagai fondasi masa depan Kutai Timur. “Kami meyakini untuk mewujudkan Generasi Emas harus kita mulai dari ruang kelas, ruang guru, dan ruang sekolah yang membentuk karakter dan kualitas masa depan anak-anak Kutai Timur,” tutup Pandi Widiarto. (adv/soj)














