SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR— Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutai Timur terus mempercepat berbagai program penguatan sektor pertanian dengan mengandalkan dukungan pemerintah pusat. Keterbatasan anggaran daerah tidak menjadi hambatan, sebab sejumlah program strategis kini diarahkan untuk masuk melalui pembiayaan APBN.
Kepala Bidang DTPHP Kutim, Dessy, menegaskan bahwa kerja sama dengan Kementerian Pertanian menjadi kunci keberlanjutan pembangunan pertanian di Kutim.
“Kami harus realistis. Dengan kondisi fiskal daerah yang terbatas, kolaborasi dengan pemerintah pusat adalah langkah paling efektif untuk menjaga produktivitas pertanian,” ujarnya.
Salah satu dukungan besar dari APBN tampak pada program Brigade Pangan, yang melibatkan generasi muda dalam pengoperasian alsintan modern. Mulai dari traktor roda empat, hand tractor, hingga drone pemupukan dan penyemprotan, seluruhnya merupakan bantuan pusat yang dirancang untuk mempercepat transformasi pertanian Kutai Timur.
Selain itu, DTPHP juga tengah menyiapkan rencana pencetakan sawah baru seluas 1.150 hektare yang ditargetkan mulai direalisasikan pada 2026. Program ini akan dilengkapi dengan pengadaan alsintan tambahan, termasuk mesin penunjang yang mendukung efisiensi pengolahan lahan.
Tidak hanya memperluas sawah, DTPHP juga mengajukan program rehabilitasi lahan-lahan tidur agar kembali produktif. Upaya ini ditujukan untuk meningkatkan pasokan pangan lokal sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.
Dessy menekankan bahwa seluruh langkah tersebut membutuhkan dukungan berkelanjutan dari pusat.
“Target pertanian daerah harus tetap bergerak maju. Tanpa APBN, percepatan program akan sulit dicapai,” tegasnya.
Dengan agenda terstruktur ini, DTPHP optimistis sektor pertanian Kutim dapat terus berkembang meski menghadapi tantangan anggaran. (sl/adv)














