
SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR – Dinas Koperasi dan UKM Kutai Timur mencatat kemajuan signifikan dalam upaya memasarkan produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) ke pasar global.
Melalui program Business Matching, beberapa produk unggulan, seperti amplang batu bara, madu kelulut, dan gula aren, telah menarik minat pembeli dari Malaysia.
“Kami telah menandatangani dokumen kesepakatan dengan mitra Global Entrepreneurs Profesional (GENPRO), yang menjadi pelaksana pendampingan UMKM. Selanjutnya, kami menunggu kesiapan pelaku UMKM untuk memulai ekspor,” jelas Pasombaran, Kabid Pemberdayaan Usaha Mikro.
Namun, ia juga menekankan pentingnya memenuhi berbagai persyaratan sebelum ekspor dimulai, termasuk aspek legalitas, higienitas, kuantitas, dan kontinuitas.
Untuk itu, Dinas Koperasi menggandeng berbagai instansi, seperti Dinas Kesehatan, BPOM, Bea Cukai, dan MUI, untuk memastikan produk UMKM memenuhi standar internasional.
Selain amplang, madu kelulut dan gula aren juga menjadi perhatian utama. Meski permintaan tinggi, kedua produk ini masih dalam tahap pemenuhan persyaratan untuk diekspor.
“Kami optimis produk UMKM Kutai Timur mampu bersaing di pasar global. Ini adalah langkah besar untuk meningkatkan perekonomian lokal,” tambahnya. (adv/so3)














