Melihat Otonomi Daerah, Novel: Sudah Baik, Tapi Masih Perlu Maksimalisasi

  • Bagikan
Novel Tyty Paembonan, Anggota DPRD Kutim

SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim), Novel, menyoroti implementasi otonomi daerah yang dinilai sudah berjalan baik namun belum maksimal. Ia menegaskan bahwa semangat otonomi daerah adalah percepatan pembangunan, pemerataan hasil pembangunan, dan pelayanan yang lebih cepat.

“Otonomi daerah sudah dilaksanakan dengan baik hingga saat ini. Hanya menurut saya pribadi, saya selalu bilang, sudah baik tapi belum maksimal.” ujar Novel

Novel juga menekankan pentingnya perencanaan anggaran yang pro rakyat, mengingat anggaran Kutim yang besar. “Kita punya anggaran yang besar, harusnya perencanaan kita juga harus yang pro rakyat,” katanya.

Ia mengkritik struktur anggaran di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dinilainya terlalu banyak mengalokasikan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat. “Saya sepakat OPD itu pergi perjalanan dinas, bimtek, silahkan. Tapi saya sarankan tetap ikut aturan dan yang wajar-wajar,” tambah Novel.

Menurutnya, bimtek memang perlu, namun harus ada ilmu yang dibawa pulang. “Saya melihat ada yang saya dapat laporan ini setiap minggu keluar, setiap minggu keluar. Dapat apa itu?” tanyanya.

Ia juga menjelaskan bahwa DPRD hanya melakukan perjalanan dinas tiga kali dalam sebulan: sekali keluar provinsi, sekali dalam provinsi, dan sekali di kecamatan. Itupun dilakukan jika memang ada kegiatan yang penting.

Dengan era digitalisasi saat ini, Novel menyarankan penggunaan teknologi untuk belajar dan mendapatkan ilmu.

“Saya kira sekarang sudah era teknologi yang canggih di digitalisasi ya, kita bisa zoom aja sudah cukup, buka di Google saja sudah bisa, kita sudah dapat ilmunya,” jelasnya.

Namun, jika ada hal yang memang harus dilakukan secara offline atau on-site, ia menganggap itu bisa diterima.

“Tapi ketika misalnya ada hal-hal yang memang dianggap itu penting, misalnya harus offline atau memang harus hadir on-site, ya okelah.”

Novel menekankan pentingnya perjalanan dinas yang wajar dan bertanggung jawab. “Intinya, silahkan melakukan perjalanan dinas tapi tentu yang wajar dan bertanggung jawab,” tutupnya. (adv/so3)

  • Bagikan