SIBERONE.ID, SAMARINDA – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Muhammad Syafranuddin mengatakan, mendongeng menjadi sarana edukasi dan hiburan yang memainkan peran kunci dalam pengembangan literasi anak-anak.
“Mendongeng bukan sekadar menyampaikan cerita, tetapi memberikan nilai-nilai moral dan pendidikan,” katanya.
Selain itu, mendongeng juga mempunyai arti penting dalam tumbuh kembang anak. Sehingga dari kegiatan membaca dan mendongeng untuk 1.000 anak, diharapkan membuat anak-anak berkesempatan mengasah kemampuan bertutur.
“Termasuk mengasah kemampuan mendengar dan mencerna hingga meningkatkan kemampuan berimajinasi,” harapnya.
Dia juga memperkenalkan beberapa karya dongeng yang kaya akan nilai-nilai lokal. Di antaranya Legenda Pesut Mahakam yang mencerminkan kekayaan budaya Kaltim atau yang lebih populer seperti Kancil & Buaya yang sering menjadi favorit anak-anak. Mengingat, dongeng adalah jendela dunia bagi anak-anak.
“Melalui dongeng, mereka tidak hanya belajar tentang cerita-cerita menarik. Tetapi juga mengembangkan imajinasi, kreativitas dan memahami nilai-nilai hidup,” ungkapnya.
Dia mengharapkan, pemahaman dan penghargaan terhadap dongeng tradisional dapat menjadi landasan bagi anak-anak. Terutama untuk memahami dan mencintai warisan budaya. Maka itu, salah satu upaya memaksimalkan, DPK Kaltim pun menghadirkan Kak Heru, sosok profesional dan ternama saat kegiatan-kegiatan nasional dalam membacakan dongeng kepada anak.
“Dengan mengenalkan karya dongeng lokal, kami berupaya memperkaya pengalaman literasi anak-anak. Tujuannya, untuk membangun fondasi yang kuat bagi pertumbuhan mereka secara holistik,” ucapnya. (adv/so)














