SIBERONE.ID, SANGATTA – Calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Suharman Chono, menyiapkan sejumlah program prioritas untuk memperkuat pembinaan olahraga dan meningkatkan prestasi atlet di daerah.
Suharman menilai KONI ke depan tidak hanya dituntut mampu mengantarkan atlet meraih prestasi dalam berbagai kejuaraan, tetapi juga harus memiliki sistem pembinaan yang terarah, berkelanjutan, dan mampu menjangkau seluruh wilayah Kutim.
Program pertama yang menjadi perhatian Suharman adalah peningkatan prestasi atlet. Pembinaan akan diarahkan sejak usia dini dengan menyiapkan program latihan yang terukur dan berkelanjutan. Dukungan terhadap atlet juga akan diperkuat, mulai dari pemenuhan nutrisi, peralatan hingga kebutuhan latihan.
Selanjutnya, Suharman akan mendorong pembinaan atlet secara berjenjang, mulai dari sekolah, kecamatan, klub hingga atlet berprestasi. Setiap cabang olahraga (cabor) diharapkan memiliki database atlet potensial dan atlet berprestasi sehingga proses pembinaan dapat dilakukan berdasarkan data dan kebutuhan masing-masing cabor.
Perhatian juga diberikan terhadap kesejahteraan atlet dan pelatih. Suharman ingin mendorong pemberian bonus dan penghargaan yang lebih baik kepada atlet berprestasi. Tidak hanya atlet, kesejahteraan pelatih, wasit serta tenaga pendukung olahraga juga menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem olahraga di Kutim.
Program berikutnya adalah pemerataan pembinaan hingga tingkat kecamatan. Pembinaan olahraga tidak boleh hanya terpusat di Sangatta.
Menurut Suharman, kecamatan harus menjadi salah satu sumber munculnya bibit-bibit atlet baru dengan pengembangan pusat pembinaan olahraga di berbagai wilayah Kutim.
Dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan kejuaraan nasional, KONI juga akan menyusun target medali berdasarkan masing-masing cabor. Pemusatan latihan akan dipersiapkan lebih awal dan evaluasi dilakukan secara berkala untuk mengukur perkembangan serta capaian setiap cabor.
Suharman juga memasukkan perbaikan sarana dan prasarana olahraga sebagai program prioritas. KONI akan memetakan kebutuhan fasilitas setiap cabor dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mendorong pembangunan maupun perbaikan venue latihan dan pertandingan.
Di era digital, Suharman berencana melakukan digitalisasi KONI. Database atlet, pelatih, klub, prestasi dan kebutuhan masing-masing cabor akan ditata secara digital. Sistem administrasi dan pelaporan KONI juga diarahkan agar lebih transparan serta mudah dipantau.
Selain itu, penguatan organisasi cabor menjadi bagian penting dalam programnya. Setiap pengurus cabor diharapkan memiliki program kerja serta target prestasi yang jelas. Evaluasi rutin akan dilakukan dengan melihat kesesuaian program dan capaian prestasi.
Untuk mendukung keberlanjutan program, Suharman juga ingin mencari sumber pendanaan alternatif. KONI tidak hanya mengandalkan APBD, tetapi juga membangun kemitraan dengan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), sponsorship maupun kerja sama dengan dunia usaha.
Pada akhirnya, seluruh program tersebut diarahkan untuk mewujudkan visi besar Suharman, yakni menjadikan Kutai Timur sebagai gudang atlet berprestasi. Targetnya bukan sekadar meningkatkan jumlah keikutsertaan dalam pertandingan, tetapi melahirkan atlet Kutim yang mampu mengukir prestasi di tingkat provinsi, nasional bahkan internasional.
Dengan program pembinaan yang terstruktur, pemerataan fasilitas dan penguatan organisasi, Suharman berharap KONI Kutim dapat menjadi wadah yang semakin profesional dalam mencetak atlet-atlet unggulan sekaligus membawa nama Kutai Timur semakin dikenal melalui prestasi olahraga. (*)














