SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR— Upaya menghidupkan kembali produktivitas pertanian terus dilakukan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutai Timur. Melalui program rehabilitasi dan perluasan lahan, dinas ini menargetkan sektor pertanian kembali menjadi salah satu penopang ekonomi daerah sekaligus menarik lebih banyak generasi muda untuk terlibat di dalamnya.
Kepala Bidang DTPHP Kutim, Dessy, menegaskan bahwa langkah awal difokuskan pada pemulihan sawah-sawah yang selama ini terbengkalai.
“Kami sedang mempersiapkan langkah-langkah untuk merehabilitasi lahan-lahan yang tidak produktif agar bisa digunakan kembali, terutama untuk menarik keterlibatan anak muda di sektor pertanian,” jelasnya.
Selain merehabilitasi, DTPHP juga mematangkan rencana pencetakan sawah baru. Lahan yang akan dikembangkan itu telah melalui survei awal dan dinyatakan clear and clean, sehingga siap memasuki tahap penetapan lokasi dan perencanaan fisik. Program tersebut menjadi bagian dari strategi memperluas lahan pertanian produktif di beberapa kecamatan yang memiliki potensi pengembangan.
Untuk memastikan implementasinya tepat sasaran, DTPHP melakukan koordinasi intensif dengan PUPR dan bidang tata ruang dalam penentuan kawasan pertanian berkelanjutan. Setiap perluasan sawah wajib melewati verifikasi tata ruang agar tidak menimbulkan persoalan pemanfaatan lahan di kemudian hari.
Dessy juga menekankan bahwa program ini akan didukung dengan alsintan modern.
“Kita berharap anak muda di Kutim semakin tertarik, karena pertanian kini tidak lagi identik dengan pekerjaan berat di sawah berlumpur,” ujarnya.
Dengan langkah terstruktur ini, DTPHP optimistis produktivitas pertanian Kutim dapat tumbuh signifikan dalam beberapa tahun ke depan. (sl/adv)














