
SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR – Masyarakat Desa Teluk Pandan, Kutai Timur, masih bergulat dengan keterbatasan akses listrik di wilayahnya. Anggota DPRD Kutai Timur, Syaiful Bakhri, menyampaikan bahwa banyak warga di desa tersebut belum menikmati penerangan listrik yang layak, sehingga masih bergantung pada genset untuk kebutuhan sehari-hari.
“Warga mengeluhkan belum adanya aliran listrik ke rumah mereka. Salah satu kendalanya adalah akses jalan yang sempit, sehingga alat berat untuk pemasangan jaringan listrik sulit masuk,” ujar Syaiful.
Ia menilai, kondisi ini menjadi tantangan serius yang harus segera diselesaikan. Ketidakhadiran listrik tidak hanya menghambat aktivitas harian warga, tetapi juga berdampak pada sektor pendidikan dan ekonomi.
“Listrik adalah kebutuhan dasar. Jika ini tidak segera diatasi, kesejahteraan masyarakat akan terhambat,” tambahnya.
Syaiful mendorong pemerintah daerah dan PLN untuk segera berkoordinasi dalam menyediakan solusi yang tepat. Ia mengusulkan penggunaan teknologi khusus untuk wilayah dengan akses terbatas, sehingga jaringan listrik dapat menjangkau seluruh desa.
“kami berharap masyarakat tidak ada lagi yang tidak merasakan akses penerangan. Kami tidak akan membiarkan warga terus hidup dalam gelap,” tegasnya.
Melalui langkah konkret, Syaiful berharap seluruh masyarakat Desa Teluk Pandan dapat segera menikmati penerangan yang memadai, sehingga kehidupan mereka lebih sejahtera dan produktif. (adv/so3)














