
SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur terus berupaya menekan angka stunting dengan menggunakan pendekatan antropometri dalam proses pendataan.
dr. Bahrani Hasanal menjelaskan bahwa semula angka stunting di Kutai Timur cukup tinggi dibandingkan dengan daerah lain yang ada di Kalimantan Timur.
Namun, berkat pendataan ulang yang menggunakan alat antropometri telah membantu memastikan akurasi dalam pengukuran tinggi dan berat badan anak-anak, sehingga memungkinkan identifikasi yang lebih baik terhadap risiko stunting.
“Alhamdulillah, berkat kerja keras tim di lapangan, pendataan ulang kini lebih akurat dan menunjukkan penurunan angka stunting,” ungkap Kepala Dinkes Kutim dr. Bahrani.
Untuk diketahui Antropometri adalah suatu cabang ilmu yang mempelajari tentang dimensi tubuh manusia. Antropometri berasal dari antro yang berarti manusia dan metri yang mempunyai arti pengukuran.
Oleh sebab itu, ilmu antropometri digunakan sebagai bidang yang akan membahas perihal pengukuran manusia secara fisik.
“Penggunaan antropometri dalam pendataan sangat penting karena alat ini memberikan hasil pengukuran yang presisi, yang menjadi dasar dalam memantau tumbuh kembang anak,” ungkap Bahrani.
Diharapkan dengan langkah ini, kasus stunting di Kutai Timur dapat terus menurun. Dinas Kesehatan akan terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak untuk memastikan generasi yang lebih sehat. (adv/so3)














