DPRD Kutim Akan Tuntaskan Perda Gender Di Akhir Periodenya

  • Bagikan
IST: Joni Ketua DPRD Kutim

SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR – Ketua DPRD Kutai Timur, Joni, mengumumkan rencana pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang pengarusutamaan gender yang akan dilakukan setelah masa jabatannya berakhir. Joni menegaskan pentingnya regulasi ini dalam mendorong kesetaraan gender, terutama dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan hak-hak mereka.

“Perda ini akan memberikan landasan hukum yang kuat untuk mendukung peran serta perempuan di berbagai aspek kehidupan,” kata Joni setelah dimintai keterangan oleh wartawan di ruangannya. Selasa, (16/7/2024). Menurutnya, langkah ini merupakan salah satu upaya penting untuk menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan adil.

Selain itu, Joni juga menjelaskan bahwa regulasi ini diharapkan dapat memberikan perhatian lebih pada isu-isu gender yang sering terabaikan. Perda ini akan menekankan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan, baik dalam sektor ekonomi, sosial, maupun politik. Diharapkan dengan adanya regulasi ini, akan ada peningkatan partisipasi perempuan dalam berbagai sektor kehidupan di Kutai Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Joni juga membahas agenda penting lainnya mengenai penanggulangan HIV/AIDS yang akan dibicarakan dalam rapat panitia khusus (pansus) mendatang. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk menangani isu kesehatan ini.

“Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk menangani isu kesehatan ini,” tambahnya, mengingat HIV/AIDS yang masih menjadi tantangan besar di daerah tersebut. Joni berharap upaya pencegahan dan penanganan HIV/AIDS dapat lebih terarah dan efektif melalui pembahasan ini.

Dia mengajak semua pihak untuk berkontribusi menciptakan lingkungan yang aman terhadap masyarakat Kutim. Dengan adanya inisiatif-inisiatif tersebut, diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi pembangunan sosial di daerah Kutai Timur. Inisiatif ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya isu gender dan kesehatan. (adv/so3)

  • Bagikan