
SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim), Abdi Firdaus, mengkritik perencanaan yang kurang matang dalam proyek Multi-Year Contract (MYC) di wilayah Kutim. Ia menyebutkan bahwa perencanaan yang buruk menjadi salah satu penyebab utama terhambatnya penyelesaian proyek-proyek tersebut. Kamis, (11/7/2024).
“Ya, tentu ketika penyelesaian dalam proyek MYC di Kutim masih terkendala. Hal ini sangat merugikan karena banyak proyek yang seharusnya sudah selesai namun terhambat,” ujar Abdi Firdaus.
Abdi menekankan pentingnya melakukan pemetaan yang menyeluruh sebelum memulai proyek, terutama yang bersifat multi-tahun. Ia juga mengingatkan bahwa tanpa analisis yang mendalam, proyek-proyek tersebut berpotensi mengalami penundaan dan pembengkakan biaya, yang pada akhirnya merugikan masyarakat.
“Tanpa itu, proyek MYC ini akan terus mengalami kendala, baik dari segi waktu maupun biaya,” tambahnya.
Dirinya berharap pemerintah daerah dapat lebih serius dalam melakukan perencanaan dan evaluasi terhadap proyek-proyek MYC. Ia juga berharap terus dilakukan kerjasama dengan baik antara semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek.
“Tentu dengan adanya planning yang baik antara semua pihak yang terlibat sangat diperlukan agar proyek-proyek ini dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu,” tutup Abdi.
Dengan adanya koordinasi yang baik, diharapkan proyek-proyek MYC di Kutim dapat diselesaikan tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. (adv/so3)














