
SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR – Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Asti Mazar, menyampaikan saat selesai pertemuan dengan tiga dinas terkait pembahasan penyerapan anggaran 2024. Tiga dinas yang dipanggil adalah Dinas Perkim, Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
“Alhamdulillah, ketiga dinas hadir. Kepala Dinas Dispora, Pak Basuki, hadir langsung. Sementara dua lainnya diwakilkan,” ujar Asti.
Asti menyampaikan bahwa semua pihak terkait dipanggil untuk membahas penyerapan anggaran 2024. “Kami sudah menanyakan secara langsung kepada tiga dinas tersebut mengenai progres mereka,” katanya.
Asti menjelaskan bahwa dinas-dinas tersebut ditanyai secara bergantian. “Selesai dari Dispora, kemudian ke Perkim, dan terakhir PU,” tambahnya.
Menurut Asti, Dinas PU mendapatkan pertanyaan paling banyak. Sementara itu, dari Dispora, banyak pertanyaan yang diajukan terkait keluhan masyarakat sebelum kegiatan berlangsung. Masalahnya adalah karena adanya masa transisi antara kepala dinas terdahulu dan yang sekarang, yang menyebabkan belum maksimalnya pelaksanaan kegiatan.
“Alhamdulillah, sekarang sudah bisa dilaksanakan. Mungkin karena sudah dipanggil, jadi langsung bisa dilaksanakan,” ujar Asti.
Asti menyatakan bahwa kegiatan di sekolah yang sebelumnya hanya mencapai 11% progresnya kini sudah bisa dilaksanakan sepenuhnya.
Lebih lanjut, Asti menyampaikan bahwa masalah di Dinas Perkim terkait pergeseran anggaran dan kurangnya SDM yang menyebabkan keterlambatan sekitar satu bulan. “Alhamdulillah, informasinya habis lebaran sudah bisa berjalan,” ujarnya.
Asti menambahkan bahwa Dinas Perkim memiliki banyak kegiatan, sehingga anggota DPRD menanyakan kendala yang menyebabkan keterlambatan tersebut. Ternyata, hal ini disebabkan oleh kurangnya SDM.
“Kenapa SDM itu tidak ditambah? Ternyata ada aturan yang harus dipenuhi, dan kami berharap DPRD bisa mengajukan peraturan baru kepada pemerintah,” jelas Asti.
“Harapannya, dalam masa pergeseran anggaran di bulan Maret harus dibuka. Namun karena sistem, baru bisa dibuka di bulan Mei sehingga terjadi keterlambatan. Setelah lebaran ini, diharapkan sudah bisa berkontrak,” tutup Asti. (adv/so3)














