
SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Novel, menyoroti masalah blank spot di beberapa kecamatan yang belum menikmati layanan jaringan komunikasi secara aktif.
“Saya kira, sudah saatnya Kutai Timur dengan 18 kecamatan ini dapat menikmati layanan komunikasi,” ujarnya.
Noval menekankan bahwa dengan 141 desa yang ada, seluruh wilayah seharusnya sudah mendapatkan akses layanan komunikasi yang memadai.
“Kami sudah sampaikan kepada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), jika diperlukan anggaran untuk membangun Base Transceiver Stations (BTS), intinya jangan ada lagi blank spot,” tegasnya.
Novel menjelaskan pentingnya infrastruktur BTS, yang merupakan fasilitas telekomunikasi untuk memungkinkan komunikasi nirkabel antara perangkat komunikasi dan jaringan operator. Keberadaan BTS sangat krusial untuk menghilangkan blank spot dan memastikan semua wilayah terhubung.
“Keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada kualitas komunikasi,” lanjut Noval.
“Selain transportasi, sarana komunikasi kita harus bagus. Ini penting untuk mendukung keberhasilan pembangunan,” tambahnya.
Novel menegaskan bahwa komunikasi yang baik adalah kunci untuk memajukan daerah, terutama dalam konteks pembangunan yang berkelanjutan. Dia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memastikan semua desa di Kutai Timur terhubung dengan jaringan komunikasi yang memadai.
“Dengan komunikasi yang baik, segala aktivitas masyarakat dan pemerintahan akan lebih lancar,” tutupnya. (adv/so3)














