
SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR – DPMPTSP Kutim terus mengembangkan sayap. Pihaknya tak hanya bekerja sendiri, akan tetapi melibatkan semua pihak. Diantaranya Dinas Kelautan dan Perikanan Kutim dan masyarakat khususnya pelaku usaha.
Ya, Dinas Kelautan dan Perikanan Kutai Timur bersama DPMPTSP Kutai Timur melaksanakan Kegiatan Sosialisasi Perizinan Ikan Budidaya.
Pada kesempatan itu, masyarakat pelaku UMKM bidang perikanan yang ada di wilayah Muara Bengkal dengan mudah mendapatkan perizinan usahanya.
Dikatakan Kadis DPMPTSP Kutim, Teguh kerjasama dengan semua pihak sangat penting. Selain untuk membuka jaringan, pastinya akan mempermudah dan percepatan program. Paling penting ialah silaturahmi antar semua.
“Ya kami melakukan kerjasama dengan beberapa pihak. Seperti Dinas Kelautan dan Perikanan. Semoga saja apa yang kami lakukan menjadi manfaat bagi masyarakat khususnya pelaku UMKM,” katanya.
Diketahui, Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memberikan kontribusi yang signifikan terhadap PDB dan penyerapan tenaga kerja. Untuk itu, Pemerintah terus berupaya memberikan dukungan sebagai wujud keberpihakan terhadap kemajuan UMKM.
Salah satu upaya yang diberikan yakni mendorong penguatan ekosistem UMKM melalui Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
Dalam rangka mendorong penyebarluasan informasi terkait kemudahan berusaha dan manfaat yang bisa didapat pelaku UMKM dengan terbitnya UU Cipta Kerja, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Implementasi UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
Proses birokrasi perizinan usaha yang panjang dan rumit menjadi salah satu kendala yang banyak dirasakan pelaku UMKM sebelum adanya UU Cipta Kerja. Melalui Online Single Submission (OSS), pelaku UMKM dapat memperoleh izin usahanya dengan lebih cepat dan mudah.
Dengan adanya kemudahan perizinan, UMKM dapat lebih konsentrasi dengan bisnisnya sendiri. “Dengan sosialisasi ini diharapkan semua pelaku usaha memiliki izin. Kami pun akan membantu mereka untuk menyelesaikan persoalan tersebut,” katanya. (adv/so1)














