Ardiansyah Minta PKS Manfaatkan Lahan

  • Bagikan
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman Hadiri Kegiatan Tanam Raya Kelompok Tani (Poktan) Pelangi Kutim Sejahtera (PKS)

SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR – Kegiatan Tanam Raya Kelompok Tani (Poktan) Pelangi Kutim Sejahtera (PKS) dihadiri Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman bersama Camat Sangatta Utara Hasdiah, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Dyah Ratnanigrum dan Ketua Dekranasda Kutim Siti Robiah Ardiansyah.

Untuk diketahui  poktan ini di bawah komando Pembina PKS Rizali Hadi dan ketua poktannya yakni Abdul Rahman. Dalam kesempatan itu, Ketua Poktan Pelangi Kutim Sejahtera Abdul Rahman mengatakan lahan yang dikelola seluas 6 hektare.

“Tanaman yang ditanam terdiri dari semangka, pepaya, terong, bawang prei. Untuk Tanaman semangka luas lahan sekitar 2 hektare dengan 4 kali panen dalam setahun,” kata Abdul.

Ardiansyah menambahkan jika Poktan Pelangi Kutim Sejahtera terus bergerak untuk manfaatkan lahan secara maksimal.

“Kutim akan jadi wilayah yang bakal maju. Jalan sudah kita buat. Nanti akan kita bangun tempat wisata untuk gertak ulin. Kita tinggal menunggu investor,” bebernya.

“Ini investasi luar biasa, apalagi ada tanaman hortikultura buah-buahan. Jadi lengkap semuanya. Untuk penangkaran buaya akan kita lakukan kajian apakah layak dibudidayakan. Nanti kita tempatkan di Bukit Pelangi,” tegas Ardiansyah

Ia berharap nantinya Kutim jadi objek wisata.

“Alur dari Bukit Pelangi. Mulai dari Bukit Pandang, Pusat Perkantoran semua jadi tempat peristirahatan orang untuk rileks, kemudian masuk lagi ke pantai dan kemudian nanti bisa stop di tempat buah-buahan. Di sana ada tanaman Semangka, Pepaya dan jeruk lengkap sudah. Mudahan nanti tahun depan atau 2 tahun lagi bisa terwujud,” terangnya.

Pada kesempatan itu, ia juga berharap petani bisa melegalkan kelompok taninya agar pemerintah bisa hadir di dalamnya.

Diketahui, selain target swasembada pangan, Kutim juga tengah fokus swasembada buah. Yang mana buah merupakan salah satu kebutuhan di Kutim. Dengan produksi buah, maka masyarakat Kutim tak lagi memanfaatkan buah dari luar. (adv/so1)

  • Bagikan