SIBERONE.ID, KUTIM – Mendukung program pemerintah, Kodim 0909/Kutai Timur terus berupaya mempercepat terbentuknya herd immunity. Hal itu dilaksanakan melalui serbuan vaksinasi Mulawarman Tangguh. Tak heran, Kutim sekarang berada pada level III pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
Sedangkan di Kalimantan Timur, kabupaten yang berada di kawasan Utara Kaltim ini ditetapkan sebagai zona merah penyebaran virus asal Wuhan, Tiongkok. Sehingga, seluruh koramil binaannya pun digerakkan untuk dapat memaksimalkan vaksinasi.
Termasuk Koramil 0909-04/Muara Ancalong, yang melaksanakan vaksinasi bagi masyarakat umum, lansia serta usia 6-12 tahun. Kegiatan itu berlangsung di Kecamatan Muara Ancalong, tepat di salah satu perusahaan yang berada di Desa Long Nah. Kerja sama dengan UPT Puskesmas setempat pun sukses menyuntikan 79 dosis vaksin sinovak dan astrazeneca yang berasal dari vaksin TNI, Ahad (27/2/2022).
“Kami akan terus memberikan vaksinasi gratis kepada lansia yang belum melaksanakan vaksin sebagai upaya percepatan kekebalan tubuh. Termasuk masyarakat umum,” kata Danramil Muara Ancalong Kapten Arh M Jabal, diwakili Babinsa Sertu Agus Suratno.
Dia mengatakan, vaksinasi kali ini merupakan lanjutan program yang sudah berjalan sebelumnya. Sebagai upaya percepatan kekebalan tubuh. Sehingga, program tersebut akan terus dilaksanakan secara bertahap.
“Begitu vaksin ada, langsung kami salurkan kepada masyarakat yang belum tervaksin sesuai jumlah,” katanya.
Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta vaksin. Sedangkan para orang tua yang turut mensukseskan program pemerintah itu, diminta memberikan pemahaman bagi anak dan tetangganya. Sehingga dapat mencegah penyebaran virus.
“Makanya kami akan melayani masyarakat yang dekat maupun yang jauh dari fasilitas Kesehatan,” tuturnya.
Pihaknya juga memberikan semangat dan mengingatkan penerima vaksin tetap menerapkan protokol kesehatan, setiap beraktivitas.
“Mudah-mudahan semua kegiatan vaksinasi berjalan lancar. Baik yang dilaksanakan pemerintah, TNI, Polri maupun perangkat-perangkat organisasi yang lain. Sehingga bisa mencapai persentase vaksin semakin tinggi,” pungkasnya. (so)














