
SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung digitalisasi pendidikan dengan menghadirkan internet gratis di 191 titik. Langkah ini mencakup wilayah terpencil seperti Busang, Sandaran, dan Karangan, yang selama ini terkendala akses internet.
Kepala Dinas Pendidikan, Mulyono, menjelaskan bahwa internet gratis ini merupakan bagian dari program jangka panjang untuk mendukung pembelajaran berbasis digital.
“Kami telah memasang internet di daerah blankspot, dan tahun depan fasilitas ini juga akan disediakan untuk sekolah swasta,” katanya.
Selain itu, program ini mendukung implementasi Kurikulum Merdeka, yang menekankan pada metode pembelajaran interaktif berbasis teknologi. Internet gratis ini diharapkan mempermudah siswa dan guru untuk mengakses bahan ajar secara digital.
Tidak hanya itu, Dinas Pendidikan juga memperhatikan peningkatan sarana dan prasarana sekolah. Mulyono menegaskan bahwa fasilitas pendidikan yang memadai akan memberikan dampak positif terhadap proses belajar-mengajar.
Momentum HGN 2024 juga digunakan untuk memberikan penghargaan kepada guru, kepala sekolah, dan tokoh pendidikan lainnya.
“Penghormatan ini adalah wujud apresiasi atas dedikasi mereka dalam mencerdaskan generasi muda Kutai Timur,” tutupnya.
Dengan langkah-langkah ini, digitalisasi pendidikan di Kutai Timur diharapkan dapat berjalan lebih efektif, menjangkau semua lapisan masyarakat. (adv/so3)














