SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR– Guna memperkokoh nilai-nilai kebangsaan serta meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya nasionalisme, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kutai Timur menyiapkan sejumlah program strategis di tahun ini.
Kepala Bidang Wawasan Kebangsaan, M. Yusuf, menegaskan bahwa Kesbangpol terus mendorong penguatan karakter kebangsaan dalam menghadapi tantangan sosial dan perkembangan era digital.
“Kita punya program tahun ini terkait investigasi dan pencegahan kerawanan sosial. Kita arahkan FGD kewaspadaan dini bersama instansi vertikal intelijen dan kita dorong RT sebagai garda terdepan dalam pembinaan,” ujar Yusuf.
Menurutnya, keterlibatan RT menjadi penting karena mereka bersentuhan langsung dengan dinamika masyarakat, termasuk isu kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba yang disebutnya masih cukup mengkhawatirkan di wilayah Kutim.
“Kenakalan remaja kini lumayan, narkoba luar biasa. Untuk Kutai Timur ini besar,” ungkapnya.
Sebagai wujud nyata penguatan nilai kebangsaan, Kesbangpol Kutim akan menyelenggarakan Kemah Kewaspadaan Dini (KKD) yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2025.
Kegiatan ini akan melibatkan kalangan pelajar dan mahasiswa, termasuk siswa SMK binaan Danlanal.
Lokasi pelaksanaan direncanakan di kawasan Makolanal Sangatta yang dinilai memadai dan representatif. “Mungkin dekat Makolanal saja, karena di situ luas juga,” kata Yusuf.
Yusuf menilai kegiatan ini memiliki peran penting dalam mengembalikan semangat nasionalisme generasi muda, terutama di tengah derasnya arus digitalisasi yang kerap mengikis nilai kebangsaan.
“Kita ingin wawasan kebangsaan dan cinta tanah air lebih besar. Karena kita tergerus dunia digital, kadang-kadang kebangsaan kita berkurang,” tegasnya.
Ia menyoroti fenomena generasi muda yang mulai abai terhadap simbol negara.
“Menyanyikan lagu Indonesia saja kadang tidak hafal, Pancasila juga tidak hafal, hormat bendera dianggap tidak penting,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Kesbangpol Kutim berharap dapat membangun generasi muda yang memiliki ketahanan ideologi, berkarakter kuat dan disiplin, melek digital namun tetap cinta tanah air, dan paham pentingnya persatuan dan simbol negara
Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat ketahanan nasional berbasis masyarakat dan pelajar. (az/adv)














