
SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR – Dinas Pendidikan Kutai Timur merencanakan pembangunan museum kebudayaan untuk melestarikan warisan sejarah dan budaya di daerah tersebut.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, David Rante, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif ini, menekankan pentingnya prinsip Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah (Jasmerah).
“Sepanjang memang itu dibutuhkan dan anggarannya tersedia, kami pasti mendukung. Ini penting untuk menjaga sejarah dan budaya kita. Dinas Pendidikan tentu sudah melakukan kajian yang matang terkait kebutuhan ini,” ujar David.
David juga menyebut dirinya sebagai salah satu pihak yang turut mengalokasikan anggaran untuk Dinas Pendidikan, yang ia nilai memiliki peran krusial dalam meningkatkan kualitas generasi muda di Kutai Timur.
“Selain museum, ada hal lain yang sering luput dari perhatian, seperti perbaikan lapangan upacara. Itu penting karena merupakan bagian dari pembinaan karakter generasi muda,” tambahnya.
Ia juga mengapresiasi program-program pendidikan seperti pemberian seragam sekolah gratis, namun mengingatkan agar realisasi program tersebut benar-benar sesuai janji.
“Jangan sampai disebut gratis, tetapi pada kenyataannya masih ada pungutan biaya. Kita harus memastikan program ini benar-benar membantu masyarakat,” tegas David.
David berharap pemerintah terus berkomitmen untuk menunjang sektor pendidikan, termasuk melalui pembangunan fasilitas seperti museum kebudayaan yang dapat menjadi aset berharga bagi generasi mendatang. (adv/so3)














