
SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Ubaldus Badu, mengungkapkan kemarahannya terhadap tindakan salah satu dinas yang mengalihkan alokasi anggaran pembangunan yang seharusnya ditujukan untuk wilayah dapil lima di Kutim.
Ubaldus, yang merupakan anggota dari Fraksi Nasdem di DPRD Kutim, mengungkapkan bahwa anggaran tersebut awalnya dialokasikan untuk pembangunan di dapilnya. Namun, tanpa sepengetahuannya, anggaran tersebut dialihkan ke wilayah lain.
Hal ini membuatnya geram, karena menurutnya dinas tersebut tidak melakukan konfirmasi sebelum melakukan pengalihan anggaran.
“Saya berada di dapil lima yang meliputi Kaliorang, Kaubun, Sandaran, Karangan, dan Sangkulirang. Saya sudah mengupayakan melalui aspirasi masyarakat agar anggaran dewan dialokasikan ke wilayah ini. Namun, ternyata anggaran tersebut dialihkan ke wilayah lain tanpa sepengetahuan saya. Ini perilaku buruk,” ujar Ubaldus dengan kesal.
Ubaldus menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk pencurian. “Itu pencurian namanya, tanpa sepengetahuan pemilik dipindahnya, berani betul dia,” tegasnya.
Ia menegaskan akan menyelesaikan masalah ini sampai tuntas, meskipun saat ini ia masih mencoba untuk bersabar. “Saya rencana mau lanjut ini, tapi saya sabar dulu,” tambahnya.
Menurut Ubaldus, hal seperti inilah yang menyebabkan Kutim tidak mengalami kemajuan. “Pantas saja Kutai Timur ini tidak maju-maju. Kayak gitu,” ucapnya.
Ia juga menyoroti nasib daerah-daerah terpencil yang kurang mendapatkan perhatian dibandingkan daerah di pinggiran kota. “Jadi yang diemaskan yang anak-anak di pinggiran kota, kami yang di pelosok sana sedih ku lihat,” katanya.
Ubaldus menekankan bahwa Sandaran dan Karangan adalah wilayah yang memerlukan perhatian. itulah alasan mengapa ia memperjuangkan pengalokasian anggaran tersebut untuk wilayahnya. (adv/so3)














