Dr. Novel Akui Proyek 2025 Terlambat, Pemerintah Diminta Kerja Maksimal

  • Bagikan
Anggota DPRD Kutai Timur, Novel Tyty Paembonan, saat ditemui Awak Media di Ruang Kerjanya.

SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR— Anggota DPRD Kutai Timur, Dr. Novel Tyty Paembonan, menegaskan bahwa sejumlah proyek pembangunan tahun anggaran 2025 berpotensi mengalami keterlambatan jika pemerintah daerah tidak segera melakukan percepatan. Ia menyebut, kondisi ini harus menjadi perhatian serius agar berbagai program prioritas tidak kembali tertunda seperti tahun-tahun sebelumnya.

Menurutnya, beberapa paket pekerjaan terlihat masih dalam proses perencanaan yang panjang, padahal tahapan lelang dan pelaksanaan seharusnya sudah mulai berjalan sejak triwulan pertama. Novel menilai, pola kerja yang lambat dapat mengancam ketuntasan target pembangunan yang diharapkan masyarakat. “Kita tidak ingin masyarakat kembali dirugikan karena proyek yang molor,” tegasnya.

Ia menjelaskan, DPRD Kutim telah beberapa kali mengingatkan pemerintah agar melakukan sinkronisasi sejak tahap awal, terutama terkait kesiapan dokumen dan penetapan anggaran. Keterlambatan di tahap administrasi, lanjutnya, seringkali menjadi pemicu utama pekerjaan tidak selesai tepat waktu. Hal ini pun dikhawatirkan terjadi kembali pada tahun depan jika tidak segera diantisipasi.

Novel mengungkapkan, sejumlah program strategis seperti infrastruktur dasar, peningkatan layanan publik, hingga pembangunan fasilitas pendidikan harus menjadi prioritas yang tidak boleh ditunda. Menurutnya, daerah membutuhkan langkah yang lebih progresif agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi secara merata dan tidak menumpuk pada akhir tahun anggaran.

Ia juga meminta pemerintah memaksimalkan koordinasi lintas perangkat daerah dalam penyusunan perencanaan. Dengan demikian, setiap dinas memiliki pemahaman yang sama terkait jadwal kerja dan rencana implementasi. Novel menekankan bahwa percepatan hanya bisa terjadi jika komunikasi antar instansi berjalan efektif dan tidak saling menunggu.

Selain itu, ia mengingatkan agar proses pengawasan internal pemerintah diperkuat. Menurutnya, pengendalian sejak awal menjadi kunci agar proyek tidak mengalami revisi berulang yang menyebabkan pemborosan waktu. Novel berharap pemerintah tidak hanya bergerak cepat, tetapi juga tetap memperhatikan kualitas pekerjaan.

DPRD Kutim, kata Novel, akan terus melakukan fungsi pengawasan secara ketat terhadap seluruh kegiatan pembangunan tahun 2025. Ia memastikan bahwa dewan ingin memastikan setiap proyek berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi warga. “Kami akan mengawal agar semua program benar-benar terlaksana,” ujarnya.

Dengan berbagai catatan tersebut, Novel menegaskan perlunya pemerintah bekerja maksimal sejak awal tahun. Ia berharap percepatan yang dilakukan dapat meminimalkan risiko keterlambatan dan memastikan seluruh proyek dapat selesai tepat waktu demi kepentingan masyarakat Kutai Timur. (adv/som)

  • Bagikan