SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim) Yusuf T. Silambi memastikan peningkatan signifikan dalam nilai anggaran tahun 2026. Total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 diproyeksikan mencapai Rp5,795 triliun, meningkat sekitar Rp928 miliar dari alokasi sebelumnya yang berada di angka Rp4,867 triliun.
Peningkatan anggaran ini disebut sudah mencakup 32 usulan prioritas melalui skema Multi Years Contract (MYC). Skema tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk mempercepat pembangunan infrastruktur hingga tahun 2029 sesuai rencana kerja kepala daerah.
“Alhamdulillah tahun depan ada tambahan anggaran, dari Rp4,867 triliun menjadi Rp5,795 triliun. Semua usulan sudah masuk, termasuk proyek-proyek MYC,” ungkap Yusuf saat ditemui usai rapat finalisasi APBD 2026 pada Jumat, (21/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa MYC akan dijalankan dalam dua tahap, hingga masa perencanaan berakhir pada 2029. Seluruh daerah pemilihan (dapil) disebut mendapat porsi pembangunan berdasarkan tingkat kebutuhan kecamatan dan prioritas pemerintah daerah.
“Untuk MYC, kita lihat tingkat kepentingannya. Semua dapil dapat, tapi fokus pembangunan mengikuti program yang sudah direncanakan pemerintah,” tegasnya.
Terkait usulan di dapilnya sendiri, ia menyebut sebagian besar berasal dari program fisik yang diajukan melalui berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Perkim, PUPR, dan sektor pendidikan. Mayoritas diarahkan untuk pembangunan jalan dan peningkatan kualitas infrastruktur.
“Kalau DPR, semua usulannya fisik, mayoritas pembangunan jalan. Yang penting sesuai program pemerintah, berjalan baik, dan didukung bersama agar seluruh wilayah merasakan manfaatnya,” pungkasnya.
Dengan peningkatan anggaran dan pengawalan DPRD, Pemerintah Kutim optimis percepatan pembangunan dan pemerataan infrastruktur akan terwujud lebih cepat menuju daerah yang lebih maju serta berdaya saing. (adv/sl)














