
SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR – Dinas Koperasi dan UKM Kutai Timur aktif melakukan pembinaan terhadap pelaku UMKM di 18 kecamatan sebagai bagian dari upaya memperluas akses pasar ekspor.
Program ini mencakup pelatihan teknis yang fokus pada pengelolaan produksi, peningkatan standar kualitas, dan strategi pemasaran global.
“Mereka dilatih agar produk yang dihasilkan dapat bersaing di pasar internasional. Kami juga menerapkan indikator penilaian untuk mengidentifikasi pelaku UMKM yang aktif dan berpotensi mendapatkan pendampingan lanjutan,” ungkap Pasombaran, Kabid Pemberdayaan Usaha Mikro.
Dalam pendampingan ini, Dinas Koperasi bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Bea Cukai, BPOM, dan MUI. Langkah ini bertujuan untuk memastikan produk unggulan seperti amplang batu bara.
Sementara produk madu kelulut, dan gula aren segera memenuhi standar ekspor, baik dari sisi legalitas, kuantitas, maupun kontinuitas.
Pasombaran menambahkan bahwa program ini memberikan kesempatan bagi UMKM untuk berkembang lebih jauh.
“Kami ingin produk lokal Kutai Timur tidak hanya dikenal di tingkat nasional tetapi juga di pasar global,” katanya.
Dengan pembinaan yang berkelanjutan, Dinas Koperasi berharap UMKM di Kutai Timur mampu memanfaatkan peluang ekspor. Selain mendongkrak perekonomian daerah, langkah ini juga diharapkan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar internasional. (adv/so3)














