SIBERONE.ID,KUTIM – Lomba khusus para guru akan digelar Dinas Pendidikan (Disdik) Kutai Timur (Kutim). Mengusung tema Bergerak Dengan Hati Pulihkan Pendidikan. Lomba tersebut digelar untuk menyambut peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2021, yang jatuh pada 25 November mendatang.
Disdik akan melombakan beberapa kategori. Yakni Guru Pamong atau Tutor belajar, berinovasi dengan media pembelajaran berbasis IT. Guru berdedikasi untuk daerah 3T (terdepan, terpencil dan tertinggal) serta Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF-SKB) atau Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) pengembangan budaya kearifan lokal.
Kadisdik Kutim Syahrir mengatakan, para guru yang boleh mengikuti lomba berasal dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), terdiri dari pamong belajar, tutor belajar, guru SD dan SMP sederajat. Kemudian Kepala PAUD, SPNF-SKB, PKBM serta Kepala SD dan SMP atau sederajat.
“Pendaftaran, pengiriman karya dan penjurian telah dimulai (14-21 November). Setelah itu, pemenang akan diumumkan pada 25 November. Bagi para pemenang nantinya sudah disiapkan hadiah menarik dari panitia,” jelas Syahrir.
Bahkan, terdapat 15 laptop, trophy dan sertifikat bagi para pemenang. Kegiatan tersebut sengaja dilaksanakan sebagai salah satu rangkaian peringatan HGN 2021. Sekaligus untuk mengapresiasi tenaga pendidik di Kutim, dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan di masa pandemi covid-19.
“Alhamdulillah dalam pelaksanaannya dibantu stakeholder, dengan kepedulian tinggi untuk peningkatan kualitas pendidikan di Kutim,” ucapnya.
Para peserta diharapkan mampu berinovasi dalam metode pembelajaran berbasis IT, yang menjadi salah satu kategori perlombaan. Kemudian dedikasi guru pada kondisi daerah 3T dan juga satuan pendidikan yang konsen terhadap pengembang budaya kearifan lokal.
“Tentunya melalui lomba ini, dapat memotivasi tenaga pendidik menjadi semakin baik,” tuturnya.
Meski kualitas tenaga pendidik di Kutim sudah baik, bukan berarti tanggung jawab memajukan pendidikan hanya berada pada pundak guru dan jajaran Disdik semata.
“Sudah menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Makanya harus sama-sama meningkatkan kepedulian untuk pendidikan,” tutupnya. (adv/so)














