Berpotensi Dukung Keamanan Laut Wilayah Indonesia Tengah dan Timur, Pelabuhan Kenyamukan Dinilai Sangat Srategis

  • Bagikan
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.

SIBERONE.ID, KUTIM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) optimis dapat mengoperasikan Pelabuhan Kenyamukan, Sangatta Utara, pada 2023 mendatang. Sehingga, segala cara pun ditempuh.

Termasuk membangun koordinasi dengan pemerintah pusat dan memaksimalkan peran pihak swasta untuk penuntasannya. Tidak itu saja, APBD Kutim pun akan digelontorkan agar target tersebut dapat terealisasi.

“Pelabuhan Kenyamukan sudah bisa dioperasikan sesuai target (2023). Apalagi dapat menopang perekonomian di Kutim,” kata Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, beberapa waktu lalu.

Apalagi, kata dia, pelabuhan tersebut letaknya sangat strategis. Masuk dalam lintasan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II. Bahkan, berpotensi sebagai daya dukung pertahanan Negara.

“Khususnya wilayah kelautan yang ada di sekitar Indonesia Tengah dan Timur,” ungkapnya.

Sedangkan Kutim, posisinya sangat strategis. Berdekatan dengan selat Makassar. Memiliki kedalaman laut hingga 50 meter. Fakta tersebut bukan tidak mungkin dijadikan sebagai jalur lalu lintas kapal selam asing yang tidak bisa terdeteksi pertahanan laut Indonesia.

“Makanya, selain berdampak positif pada laju pertumbuhan ekonomi, tentunya menjadi penopang sektor lainnya. Seperti keamanan Maritim. Infrastruktur pelabuhan yang dibangun di wilayah Kutim sangat strategis,” jelasnya.

Keberadaan Pelabuhan Kenyamukan juga patut diperhitungkan. Mengingat, Kalimantan Timur (Kaltim) telah didaulat sebagai Ibu Kota Negara (IKN) yang baru. Tentunya keberadaan Pelabuhan Kenyamukan memberi nilai lebih, lantaran menjadi daerah penyangga IKN.

“Saya yakin Pelabuhan Kenyamukan bisa selesai. Menjadi fasilitas daya dukung pertahanan kelautan melalui Lanal (Sangatta),” pungkasnya. (adv/so)

  • Bagikan