SIBERONE.ID, SANGATTA – Pemadaman listrik bergilir masih terjadi di Kutai Timur akibat gangguan pada sistem interkoneksi yang memasok kebutuhan kelistrikan daerah. Kondisi tersebut dipengaruhi gangguan pada sejumlah sumber pembangkit yang berlangsung secara bersamaan.
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menyebut sistem kelistrikan Kutim terhubung dengan beberapa sumber melalui jaringan interkoneksi. Gangguan pada sumber-sumber tersebut kemudian berdampak terhadap kestabilan pasokan listrik yang diterima masyarakat.
Dalam penjelasannya, terdapat empat sumber yang mengalami persoalan secara bersamaan. Sumber yang disebut dalam laporan berkaitan dengan wilayah Sangatta, termasuk Tanjung Bara, kemudian Tenggarong di Kabupaten Kutai Kartanegara serta Banjarmasin.
“Kalau tidak salah yang dari Sangatta, Sangatta ini ada sumbernya yang di Tanjung Bara, kemudian yang di Kukar Tenggarong, kemudian ada di Banjarmasin, ada empat sumber ini sedang mengalami gangguan,” kata Ardiansyah.
Meski gangguan terjadi pada beberapa sumber, kondisi kelistrikan khusus wilayah Sangatta disebut mulai menunjukkan perkembangan. Perbaikan pada jaringan yang bermasalah terus dilakukan untuk mengembalikan pasokan secara bertahap.
Laporan mengenai kondisi kelistrikan tersebut juga telah diterima pemerintah daerah. Ardiansyah menyebut laporan disampaikan dari Bontang, Samarinda, dan Kutai Timur dalam koordinasi terkait perkembangan gangguan listrik.
“Laporan dari Bontang dan Samarinda plus dengan Kutim itu melaporkan ke Bupati, mudah-mudahan dalam satu dua pekan ini, itu sudah bisa berjalan kembali normal,” ujarnya.
Pemulihan pasokan listrik ditargetkan berlangsung dalam satu hingga dua pekan. Selama proses tersebut berjalan, perbaikan terhadap sumber yang mengalami gangguan masih dilakukan agar sistem interkoneksi dapat kembali berfungsi dengan baik dan pasokan listrik di Kutim berangsur normal. (adv/SO2)














