SIBERONE.ID, SANGATTA – Belanja aparatur sipil negara (ASN) dinilai turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Kondisi ini menjadi salah satu pertimbangan dalam melihat rencana kenaikan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Timur, Rizali Hadi, melihat dampak tersebut dari pola aktivitas ekonomi yang muncul di sekitar tempat ASN bekerja. Pengeluaran pegawai tidak hanya berlangsung di pusat pemerintahan, tetapi juga tersebar hingga wilayah pedesaan.
Sebaran ASN dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) membuat perputaran belanja berlangsung di banyak daerah. Guru, perawat, serta pegawai lainnya menjadi bagian dari aktivitas ekonomi di wilayah tempat mereka bertugas.
Dampaknya dapat terlihat pada usaha yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan sehari-hari. Rumah makan, usaha kuliner, warung, dan sektor perdagangan kecil menjadi bagian dari aktivitas ekonomi yang turut menerima perputaran belanja tersebut.
“Karena kita lihat juga yang di rumah-rumah makan, usaha-usaha kuliner, warung dan lain sebagainya,” kata Rizali Hadi, Jumat (4/9/2026).
Sebaran tenaga ASN menjadi salah satu faktor yang membuat pengaruh tersebut tidak hanya terkonsentrasi di ibu kota kabupaten. Kehadiran guru, perawat, dan ASN lainnya di sejumlah wilayah membuat aktivitas belanja berjalan mengikuti lokasi penempatan mereka.
Bagi pemerintah daerah, kondisi itu membuat pembahasan TPP tidak semata-mata berkaitan dengan tambahan penghasilan bagi pegawai. Ada pergerakan ekonomi masyarakat yang ikut menjadi perhatian ketika daya belanja ASN berubah.
“ASN ini kan merata, baik yang ada di ibu kota kabupaten sampai ke pedesaan itu ada. Tenaga perawat, guru, itu ada dan itu orang-orang yang memang selama ini memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di masyarakat,” ujarnya.
Karena itu, kenaikan TPP dipandang memiliki dua sisi dalam pembahasannya, yakni kepentingan ASN sekaligus dampak belanja mereka terhadap kegiatan ekonomi masyarakat di wilayah Kutim. (adv/SO2)














