SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR— DPRD Kutai Timur menargetkan Perda Keolahragaan segera disahkan untuk mendukung adanya sekolah olahraga yang terintegrasi. Anggota Komisi C, Pandi Widiarto, menyebut pembahasan kurikulum sudah dilakukan dengan Dinas Pemuda dan Olahraga.
“Kurikulum baru sudah menyiapkan sekolah khusus olahraga,” katanya.
Pandi menjelaskan bahwa penerapan sekolah olahraga bisa dimulai pada tahun depan setelah perda disahkan. Hal ini diiringi dengan penyediaan fasilitas pendukung.
“Harapannya fasilitas penunjang sudah terpenuhi tahun depannya,” ujarnya.
Sekolah olahraga dinilai menjadi fondasi penting dalam membina atlet Kutai Timur. Program ini akan menggabungkan peningkatan teknik olahraga dengan pendidikan karakter.
“Kita ingin pembinaan atlet lebih terarah dan terpadu,” tambahnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga berencana memusatkan fasilitas olahraga di kawasan Kudungga. Lahan seluas lebih dari 50 hektar disiapkan untuk berbagai jenis fasilitas.
“Seluruh rencana lapangan dan gedung olahraga sudah masuk di kawasan itu,” jelasnya.
Sinkronisasi antara fasilitas dan pendidikan menjadi fokus utama sebelum program sekolah olahraga berjalan penuh. Hal ini diyakini akan menciptakan atmosfer pembinaan lebih profesional.
“Mental dan disiplin atlet juga harus dibangun sejak awal,” tegasnya.
Dengan dukungan regulasi dan fasilitas yang tepat, Kutai Timur diharapkan mampu menelurkan atlet berprestasi nasional.
“Harapan kita atlet lokal bisa lahir dari fasilitas terbaik yang kita siapkan,” tuturnya.
Pandi menambahkan bahwa keberadaan sekolah olahraga juga akan mendorong peningkatan kompetisi lokal, sehingga atlet muda dapat menguji kemampuan sejak dini. Ia menilai langkah ini penting agar proses regenerasi atlet berjalan konsisten dan tidak bergantung pada event tahunan semata. (adv/sl)














