SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR— Hingga kini Kutai Timur masih belum memiliki museum daerah, meski banyak benda bersejarah tersimpan di Dinas Kebudayaan. Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi, menyebut pembangunan museum penting untuk pelestarian sejarah dan identitas daerah. Ia menegaskan DPRD siap mendukung jika pemerintah mengajukan usulan resmi.
“Kalau pemerintah ajukan, kita siap bahas. Museum ini penting untuk pelestarian budaya daerah,” kata Jimmi.
Ia menyebut bahwa selama ini berbagai artefak masih disimpan tanpa ruang pameran yang memadai. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap penyusutan nilai sejarah.
Jimmi mengungkapkan bahwa rencana pembangunan museum sebenarnya pernah muncul, namun tidak dapat dilanjutkan karena kondisi organisasi saat itu. Dinas Kebudayaan masih berada dalam satu struktur dengan Dinas Pendidikan sehingga fokus pengelolaan museum belum dapat maksimal. Hal ini membuat wacana tersebut tidak kunjung terwujud.
DPRD menilai keberadaan museum tidak hanya sebagai tempat penyimpanan benda sejarah, tetapi juga media edukasi masyarakat. Museum dapat menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda terkait sejarah Kutai Timur yang kaya dan beragam. Jimmi menyebut museum dapat mendorong pertumbuhan pariwisata budaya.
Selain kepentingan pendidikan, museum juga dapat menjadi sarana dokumentasi kekayaan budaya daerah. Kutai Timur memiliki banyak artefak yang layak dipamerkan secara resmi agar masyarakat dapat mengenal warisan leluhur secara lebih mendalam. Jimmi mengingatkan pentingnya menjaga benda-benda tersebut secara teratur.
DPRD berharap pemerintah daerah segera mempertimbangkan kembali pembangunan museum dalam perencanaan anggaran.
“Kita dukung kalau pemerintah siap. Ini untuk masa depan budaya kita,” tutup Jimmi. (adv/sl)














