SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR- Anggota DPRD Kutim, Yusri Yusuf, menegaskan pentingnya pembentukan Dinas Ekonomi Kreatif (Ekraf) sebagai OPD mandiri demi mendukung kemandirian ekonomi daerah. Menurutnya, sektor ekraf butuh ruang khusus agar lebih terarah. Yang mana diketahui, ekraf saat ini masih menumpang di Dinas Koperasi.
“Saya pikir wajib punya dinas tersendiri supaya pengembangan ekraf lebih fokus. Apalagi saat ini kita tengah fokus mengembangkan UMKM,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa saat ini tugas pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif tersebar di beberapa dinas seperti Disperindag, Dinas Koperasi, dan Dinas Pariwisata. Kondisi itu membuat masyarakat menjadi bingung.
“Pedagang kecil saja bingung mau ke dinas mana. Semua tersebar,” katanya.
Dengan adanya dinas khusus, berbagai bidang bisa disatukan agar pengembangan ekonomi kreatif lebih terstruktur. Yusri menilai hal itu juga dapat meningkatkan PAD daerah.
“Ekraf itu muaranya kemandirian. Kalau mandiri, PAD kita bisa naik,” jelasnya.
Terkait kekhawatiran penambahan beban anggaran, Yusri menilai hal itu tidak tepat selama pemerintah memanfaatkan pegawai dan fasilitas yang sudah ada.
“Pegawainya tinggal dipindah, kantornya juga ada yang kosong. Jadi beban APBD-nya di mana?” tegasnya.
Ia juga menanggapi pandangan pejabat eksekutif yang menyebut pembentukan OPD baru kurang tepat dilakukan saat ini. Menurutnya, perspektif lapangan berbeda dengan perspektif birokrasi.
“Kami bersentuhan langsung dengan masyarakat. Jadi kami tahu kebutuhan mereka,” pungkasnya. (adv/sl)














