SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR— Anggota DPRD Kutai Timur, Leny Susilawati Anggraini, memastikan agenda reses terakhir tahun ini akan digelar pada akhir November hingga awal Desember 2025. Hal itu seiring dengan pelaksanaan Badan Musyawarah (Bamus) yang dijadwalkan mulai 28 November hingga 2 Desember 2025. Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menjaring aspirasi masyarakat secara langsung.
“Besok Bamus kita mulai lagi sampai tanggal dua. Ini reses terakhir tahun ini,” kata Leny.
Dalam pelaksanaannya, Leny akan turun ke tiga titik utama di daerah pemilihannya, yakni Sangatta Selatan, Teluk Pandan, dan Rantau Pulung. Ia menyebut ketiga wilayah tersebut masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah yang harus dituntaskan.
“Kita turun di tiga titik. Masing-masing punya kebutuhan yang harus dicatat,” ujarnya.
Aspirasi yang dihimpun lewat reses akan menjadi dasar dalam penyusunan program pembangunan pada tahun berikutnya. Leny menegaskan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan diterima dan diproses sesuai prioritas pembangunan.
“Semua kita tampung. Mana yang bisa didorong cepat, akan kita usulkan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa keluhan terkait infrastruktur dasar, seperti jalan, air bersih, dan sarana publik, masih menjadi permintaan terbesar warga di lapangan. Menurutnya, persoalan tersebut memang masih menjadi tantangan utama di sejumlah wilayah.
“Biasanya yang banyak itu terkait infrastruktur dasar, air, jalan, dan sarana publik,” katanya.
Selain infrastruktur, kebutuhan sektor ekonomi rumah tangga seperti dukungan untuk pelaku UMKM juga semakin banyak disuarakan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan.
“Ada juga yang minta dukungan UMKM. Itu jadi catatan kami,” ungkapnya.
Leny memastikan seluruh masukan tersebut akan dibahas bersama fraksi dan komisi terkait. Ia berharap hasil reses tahun ini mampu menghasilkan keputusan pembangunan yang lebih tepat sasaran pada 2026. (adv/sl)














