SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR– Tidak dapat dipungkiri, Kecamatan Telen sejauh ini masih tertinggal dalam hal pembangunan infrastruktur. Apalagi jika dibandingkan dengan Kecamatan Muara Wahau dengan Kecamatan Kongbeng. Pembangunan yang terjadi di dua kecamatan tersebut lebih merata dan baik.
Hal ini bukan tanpa alasan, Telen merupakan kecamatan yang dipisahkan dua sungai besar. Sehingga desa-desa yang ada di sana tidak berada dalam satu hamparan daratan. Hal ini disampaikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Aidil Fitri.
“Memang harus diakui, di Telen itu ada delapan desa. Sedangkan beberapa di antaranya memang terpisahkan sungai,” ujarnya.
Dia mencontohkan Desa Batu Redi yang satu daratan dengan Juk Ayaq. Sedangkan Marahalok satu daratan dengan Rantau Panjang. Termasuk Long Melah, Long Segar, dan Long Noran, berada di hamparan yang sama namun dipisahkan oleh dua sungai besar.
“Makanya masyarakat sangat menantikan pembangunan jembatan. Kan dibutuhkan dua jembatan (Jembatan Telen dan Marahalok Long Melah),” ungkapnya.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu meyakini, kedua jembatan itu menjadi satu-satunya solusi yang perlu direalisasikan melalui skema multi years contract (MYC).
“Sehingga bisa selesai dengan waktu kontrak pekerjaan yang sudah diskemakan,” harapnya.
Dia meyakini, jika semua desa sudah terhubung. Maka mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian di Telen dipastikannya bakal mengalami peningkatan yang sangat pesat.
“Kalau sekarang apa-apa mahal di Telen. Karena desa-desa di sana terpisah sungai. Sehingga sulit diakses,” tutupnya. (adv/soy)














