SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR— Dinas Pariwisata Kutai Timur menyiapkan program peningkatan kualitas SDM pariwisata untuk tahun 2025. Program ini dirancang untuk memperkuat keterampilan pelaku wisata di desa dan komunitas lokal.
Kemampuan pelayanan dan pengelolaan destinasi menjadi fokus utama. Peningkatan kualitas SDM dianggap penting agar pariwisata berkembang lebih cepat.
Kepala Dispar Kutim, Nurullah, menyebut bahwa SDM merupakan unsur utama pariwisata. Tanpa SDM yang responsif dan terlatih, destinasi tidak bisa berkembang.
“Wisata tidak cukup dengan keindahan, tapi juga pelayanan yang baik,” ujarnya.
Pelatihan akan dilakukan secara bertahap, yang akan mencakup hospitality, pemandu wisata, manajemen destinasi, dan penataan atraksi. Pelaku wisata akan dilatih membuat alur kunjungan yang nyaman.
Hal ini penting agar pengunjung mendapat pengalaman yang baik. Wisatawan yang puas cenderung kembali dan merekomendasikan destinasi. Selain keterampilan teknis, pelatihan juga mencakup pemahaman tentang wisata berkelanjutan.
Pengelola destinasi harus memahami pentingnya menjaga lingkungan. Konsep wisata berkelanjutan menjadi tren internasional. Kutim tidak boleh tertinggal dalam hal ini.
Dispar juga akan melibatkan komunitas muda untuk memperkuat sektor pariwisata. Generasi muda dianggap lebih cepat beradaptasi dengan teknologi. Mereka dapat membantu desa dalam promosi digital. Kolaborasi lintas komunitas akan memperkaya inovasi pariwisata.
Nurullah yakin bahwa peningkatan SDM akan membawa perubahan besar bagi desa wisata.
“Kalau SDMnya naik, destinasi otomatis ikut naik,” katanya. (sl/adv)














