SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR— DPRD Kutai Timur menilai pembenahan sistem Multi Years Contract (MYC) mendesak dilakukan untuk memastikan pembangunan tetap berjalan efektif. Anggota Komisi D, Yulianus Palangiran, menyebut sistem MYC selama ini masih memiliki banyak celah. Ia menegaskan bahwa peningkatan akurasi perencanaan adalah kunci keberhasilan pembangunan.
“MYC harus benar-benar matang sebelum ditetapkan,” ujarnya.
Yulianus mengatakan bahwa persoalan teknis dan administrasi sering menjadi hambatan dalam pelaksanaan MYC. Keterlambatan penyusunan dokumen dan kurangnya kesiapan OPD dianggap memperburuk situasi. Ia meminta pemerintah menyiapkan tim khusus yang fokus pada pengawasan MYC. Menurutnya, mekanisme ini harus dijalankan secara profesional dan terukur.
Ia juga menekankan bahwa MYC seharusnya tidak dipaksakan pada program yang belum memiliki kesiapan lapangan. Risiko pembengkakan anggaran dapat terjadi jika analisis awal tidak kuat.
“Jangan sampai MYC malah menyulitkan kita,” katanya. Setiap proyek harus diverifikasi secara menyeluruh.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya transparansi dalam penentuan prioritas MYC. Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui proyek apa saja yang masuk dalam skema tersebut. Keterbukaan dianggap penting untuk menjaga kepercayaan publik. Ia meminta pemerintah menyampaikan informasi secara berkala.
Yulianus juga menegaskan bahwa Komisi D akan ikut melakukan pengawasan ketat terhadap MYC yang berkaitan dengan kesejahteraan rakyat. Ia menyebut sektor kesehatan dan pendidikan tidak boleh tersendat hanya karena persoalan administrasi.
“Kami akan memastikan layanan publik tetap berjalan,” tegasnya.
Ia berharap semua pihak dapat berkomitmen memperbaiki pelaksanaan MYC agar lebih efektif. Dengan pembenahan yang tepat, MYC diyakini bisa menjadi solusi jangka panjang untuk kebutuhan pembangunan daerah.
“Kita ingin pembangunan berjalan tanpa hambatan,” pungkasnya. (adv/sl)














