SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR- Program Dinas Koperasi dan UKM tahun 2025 adalah melakukan pendampingan terfokus terhadap pelaku usaha yang memproduksi nanas, coklat, gula aren, madu kelulut, amplang batu bara, dan kripik olahan turunan pisang.
Melalui kepala bidang Pemberdayaan Usaha Mikro (PUM) Pasombaran, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk, kuantitas, dan kemampuan mengelola usaha agar lebih siap memasuki pasar yang lebih luas.
Pendampingan yang diberikan meliputi berbagai aspek, antara lain pelatihan packing dan kemasan untuk membuat produk lebih menarik dan tahan lama, cara menghitung akuntansi sederhana untuk mengelola keuangan usaha dengan baik, dan perencanaan bisnis sederhana untuk menentukan tujuan dan strategi usaha.
“Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pelaku UMKM adalah menyatukan uang dapur dengan uang pengelolaan itu yang kita ajarkan untuk dihindari agar keuangan usaha tetap terkontrol,” ujar Pasombara.
Selama tahun 2025, pelatihan telah dilakukan sebanyak 8 kali, yang bisa diadakan setiap bulannya atau kapan saja pelaku UMKM siap. Pelatihan diadakan secara langsung di lokasi usaha atau di gedung dinas, tergantung pada jumlah peserta. Genpro juga dilibatkan dalam pendampingan bisnis matching untuk membantu pelaku UMKM menemukan pembeli potensial.
Pasombaran menjelaskan bahwa program ini telah memberikan dampak positif: sebagian besar pelaku UMKM yang terlibat telah berhasil meningkatkan kualitas produk dan beberapa di antaranya telah mulai memasarkan produknya di pasar nasional.
“Kita akan melanjutkan program ini di tahun 2026 dengan menambahkan produk lain yang berpotensi, seperti olahan ikan dan kerajinan kayu,” jelasnya. (sl/adv)














