SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR- Gula merah yang dihasilkan di Teluk Pandan dan Kandolo, Kabupaten Kutai Timur, hingga saat ini masih dilakukan pendampingan kualitas produk secara berkelanjutan oleh Dinas Koperasi dan UKM.
Kepala bidang Pemberdayaan Usaha Mikro (PUM) Pasombaran menjelaskan bahwa pendampingan yang diberikan meliputi uji mutu secara teratur untuk memastikan produk memenuhi standar nasional dan internasional. Uji mutu yang dilakukan meliputi pengujian kandungan gula, kadar air, dan kebersihan produk.
“Kita ingin memastikan bahwa gula merah ini tidak hanya memiliki rasa yang baik, tapi juga aman untuk dikonsumsi dan sesuai dengan standar yang dibutuhkan oleh pasar luar negeri,” ujarnya.
Selain uji mutu, tim pendampingan juga memberikan pelatihan kepada pemilik usaha tentang cara memperbaiki proses pembuatan gula merah agar lebih efisien dan konsisten. Mereka juga membantu dalam perbaikan kemasan agar lebih menarik dan tahan lama selama pengiriman.
Pasombaran menambahkan bahwa gula merah Teluk Pandan dan Kandolo telah menarik perhatian pembeli potensial dari Malaysia dan Singapura, yang telah melakukan pengecekan awal terhadap produk.
“Kita sedang dalam proses persiapan untuk melakukan uji mutu internasional, dan harapannya gula merah ini bisa segera diekspor dalam waktu beberapa bulan ke depan,” jelasnya.
Dengan kualitas yang terjamin, gula merah dari kedua daerah ini diharapkan bisa menjadi produk unggulan Kutim yang banyak diminati. (sl/adv)














