SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR— Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga Kutai Timur menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan kesehatan jiwa di dalam struktur rumah sakit umum. Meskipun berstatus sebagai rumah sakit umum, RSUD Kudungga memiliki unit khusus untuk penanganan pasien gangguan jiwa, termasuk ruang rawat inap jiwa yang terpisah namun tetap terintegrasi dengan layanan medis lainnya.
Keberadaan layanan kesehatan jiwa dalam RS umum ini ternyata telah diatur dalam standar pelayanan rumah sakit. Rumah sakit tipe tertentu diperbolehkan memiliki unit psikiatri selama memenuhi syarat, seperti tersedianya dokter spesialis kejiwaan, ruang perawatan yang aman, serta fasilitas pendukung untuk penanganan pasien dengan kebutuhan khusus.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, Sumarno, membenarkan bahwa RSUD Kudungga telah menyediakan dua ruangan untuk perawatan pasien gangguan jiwa. Namun, jumlah ruangan tersebut dinilai masih terbatas jika dibandingkan kebutuhan pelayanan yang terus meningkat. “Untuk rumah sakit umum ini kan ada dokter jiwanya juga, kemudian ada dua ruangannya. Memang masih kurang, tapi ada rencana untuk penambahan ruangan,” jelasnya.
Menurut Sumarno, penyediaan layanan kesehatan jiwa di RSUD Kudungga bersifat sementara sambil menyesuaikan dengan perkembangan kebutuhan di lapangan. Rumah sakit umum diberi ruang untuk menangani kasus-kasus kesehatan jiwa dengan tingkat keparahan ringan hingga sedang, asalkan tetap berada dalam koridor keamanan dan keselamatan pasien.
Ia menambahkan bahwa pasien dengan kondisi berat atau yang memerlukan penanganan komprehensif tetap akan dirujuk ke rumah sakit rujukan tingkat lebih tinggi. “Kalau untuk rumah sakit umum di sini ceritanya untuk sementara. Begitu juga, nanti kalau terlalu berat baru dirujuk ke Samarinda. Di sana kan tipe A,” ungkapnya.
Dengan rencana penambahan ruang perawatan jiwa di RSUD Kudungga, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berharap pelayanan kesehatan jiwa dapat lebih optimal dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Langkah ini dinilai penting mengingat kebutuhan layanan kesehatan jiwa semakin meningkat dan harus ditangani secara terpadu di fasilitas kesehatan setempat. (az/adv)














