SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR— Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kutai Timur, melalui Plt Sekretaris Alfin, menegaskan bahwa produktivitas pertanian di Kutim masih dapat terjaga meski menghadapi perubahan musim. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar sawah di wilayah produktif seperti Kaubun dan Kombeng telah memiliki jaringan irigasi yang baik. Kondisi tersebut membuat musim kemarau tidak terlalu berdampak signifikan terhadap pola tanam.
“Kemarau tidak terlalu berpengaruh karena irigasi kita di beberapa wilayah sudah bagus,” ujar Alfin.
Namun demikian, ia menilai masih ada sejumlah persoalan krusial yang dihadapi petani lokal. Salah satu yang paling menonjol yaitu komposisi usia petani yang didominasi kelompok lanjut usia. Sementara generasi muda cenderung memilih bekerja di sektor tambang karena dianggap lebih bersih dan menjanjikan secara finansial.
Alfin menyayangkan rendahnya minat pemuda terhadap pertanian. Padahal, bila dikelola dengan benar, hasil pertanian mampu memberikan penghasilan yang kompetitif. Untuk mengatasi hal tersebut, dua tahun lalu DTPHP berusaha menghadirkan bantuan teknologi pertanian melalui APBN, termasuk peralatan modern yang telah dibagikan di awal tahun kemarin.
“Kami ingin menata kembali persepsi anak muda bahwa pertanian tidak identik dengan bekerja di lumpur. Sekarang teknologinya sudah jauh lebih maju,” ungkapnya.
Upaya revitalisasi ini diharapkan mampu menarik lebih banyak tenaga muda untuk terjun ke sektor pangan, sekaligus mengatasi kekurangan regenerasi petani di Kutai Timur. (sl/adv)














