SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR— Modernisasi pertanian di Kutai Timur terus dikebut melalui penggunaan drone untuk penyemprotan hama dan pemupukan. Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kutai Timur melalui Plt Sekretaris Alfin, mengungkapkan bahwa teknologi ini kini sudah digunakan di beberapa kecamatan dan telah membantu mempercepat pekerjaan petani.
Menurut Alfin, drone mampu menyelesaikan penyemprotan pada lahan satu hektar dalam waktu kurang dari satu jam. Efisiensi ini jauh lebih baik dibandingkan metode manual yang membutuhkan tenaga lebih banyak dan waktu lebih lama.
“Saat ini unit drone sudah tersebar di empat wilayah yakni Kaubun, Kongbeng, Sangatta Selatan, dan Bengalon,” jelasnya.
Targetnya, Kutai Timur akan mengoperasikan total 12 unit drone, dan tambahan unit diperkirakan akan datang pada awal tahun depan.
Selain drone, alsintan seperti alat bajak dan alat tanam modern juga telah ada di lapangan untuk membantu mempercepat proses budidaya. DTPHP berharap teknologi ini dapat menarik minat generasi muda agar lebih mengenal pertanian modern.
“Dengan teknologi seperti ini, pekerjaan menjadi lebih bersih dan lebih cepat. Ini juga bagian dari strategi kami memodernisasi pertanian daerah,” ujar Alfin.
Upaya ini dinilai akan menjadi langkah penting dalam meningkatkan produktivitas sekaligus mengubah citra pertanian agar lebih relevan bagi generasi milenial Kutai Timur. (sl/adv)














