SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR— Dinas Pariwisata Kutai Timur (Dispar Kutim) menempatkan digitalisasi sebagai fondasi utama dalam pengembangan ekosistem ekonomi pariwisata daerah. Melalui Pelatihan Berbasis Digital, pemerintah ingin memperkuat kemampuan pelaku wisata agar mampu membaca peluang ekonomi di era platform dan transaksi online.
Kegiatan yang digelar di Hotel Victoria ini diikuti para pengelola homestay, UMKM kuliner, agen perjalanan, serta komunitas lokal. Kepala Dispar Kutim, Dr. H. Nurullah, menegaskan bahwa pola ekonomi pariwisata kini tidak lagi sekedar mengandalkan kunjungan fisik. Pemesanan hotel, tiket wisata, kuliner, hingga kerajinan semuanya sudah dapat dilakukan melalui sistem digital.
“Pemesan hotel, tiket, kuliner, sampai kerajinan semuanya kini bergerak secara online. Pelaku wisata harus siap menghadapi perubahan ini,” ungkapnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan pada marketplace pariwisata, sistem reservasi digital, hingga strategi membangun reputasi layanan melalui rating. Mereka juga dilatih mengelola platform e-commerce agar dapat memasarkan produk wisata tanpa memerlukan toko fisik.
Nurullah menekankan bahwa transformasi ekonomi digital menjadi peluang besar bagi Kutai Timur yang memiliki banyak UMKM berbasis wisata.
“Dengan platform digital, UMKM bisa menjual produk ke luar daerah, bahkan menembus pasar nasional,” ujarnya.
Selain peningkatan kapasitas digital, kegiatan ini membuka ruang terbentuknya jejaring bisnis baru. Peserta dapat berkolaborasi menyusun paket wisata terpadu, membuat promosi bersama, hingga memanfaatkan layanan pembayaran non-tunai.
“Ekosistem pariwisata akan semakin kuat jika seluruh pelaku wisata saling terhubung melalui teknologi. Inilah arah yang ingin kita bangun,” tutup Nurullah. (sl/adv)














