SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR— Plt Camat Sangatta Selatan, Rusmiati, angkat bicara terkait kondisi Jalan Ringroad menuju Kantor Camat yang kian memprihatinkan. Pada musim penghujan 2025 ini, ruas jalan tersebut tak hanya berlubang dan tergenang air, tetapi juga diduga rusak akibat aktivitas galian C di sekitar wilayah tersebut. Kondisi ini membuat akses masyarakat dan pegawai menjadi terganggu.
Menurut Rusmiati, kerusakan jalan yang terjadi saat ini sangat disayangkan. Ia menilai aktivitas galian C perlu diawasi lebih ketat, termasuk memastikan perusahaan yang beroperasi memiliki izin resmi. “Jalan rusak karena galian C semua. Dua nyawa sudah menjadi korban. Kami juga mau ke kantor camat takut juga,” ujarnya dengan nada prihatin.
Ia menjelaskan, lubang-lubang besar yang tidak ditambal membuat perjalanan masyarakat semakin berbahaya. Bahkan, pegawai kantor camat pun harus berhati-hati setiap kali melintas. Kondisi ini semakin parah saat hujan deras, karena air menutupi lubang sehingga sulit terlihat oleh pengguna jalan.
Rusmiati berharap perusahaan-perusahaan yang melintas di jalur tersebut turut bertanggung jawab dengan menjaga keamanan dan keselamatan. “Kalau bisa truk-truk itu lebih septi, ditutup terpalnya, dan kalau memungkinkan ada jalur khusus. Jalan juga harus diperbaiki,” tegasnya.
Ia juga menyoroti dampak kerusakan jalan terhadap para petani yang berangkat subuh menggunakan jalur tersebut. Mereka harus berkendara pelan dan ekstra hati-hati agar tidak celaka. “Petani subuh juga lewat sini, mereka pelan-pelan. Septinya bagaimana? Ini perlu diperhatikan,” tambahnya.
Sebagai penutup, Rusmiati meminta agar segera ada langkah konkret, mulai dari pemasangan rambu peringatan hingga kehadiran petugas pengamanan di titik rawan. “Memang kita paham kegiatan galian itu untuk kebutuhan pembangunan. Tapi keselamatan masyarakat jangan diabaikan,” pungkasnya. (dy/adv)














