SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR— Kepala Dinas Perikanan Kutai Timur Yuliansyah, memastikan Tahun Anggaran 2025 menjadi momentum peningkatan kapasitas pelaku usaha perikanan, khususnya sektor pengolahan. Melalui bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P4), pemerintah menyalurkan berbagai bantuan peralatan produktif kepada kelompok pengolah di sejumlah kecamatan.
Bantuan tersebut meliputi mixer, alat pendingin, freezer, dan perlengkapan pendukung lainnya. Seluruhnya dialokasikan untuk meningkatkan kualitas produk olahan ikan sekaligus memperluas akses pasar.
“Untuk 2025, program kita fokus memberikan dukungan agar pelaku pengolahan semakin siap bersaing. Mixer, pendingin, dan perlengkapan lainnya kita siapkan untuk kelompok pengolah,” jelas Kepala Dinas Perikanan Yuliansyah.
Seluruh bantuan diberikan berdasarkan permohonan resmi kelompok pengolah. Mereka diwajibkan mengajukan proposal, yang kemudian diverifikasi melalui CPCL (Calon Penerima Calon Lokasi). Setelah dinyatakan memenuhi syarat dan anggaran tersedia, bantuan disalurkan langsung.
Sektor pengolahan dinilai sangat potensial karena menjadi ujung hilirisasi produk ikan di Kutai Timur. Selama ini berbagai olahan mulai dari ikan segar, produk beku, hingga makanan siap saji menjadi mata pencaharian utama masyarakat pesisir maupun perkotaan. Dengan adanya dukungan peralatan yang lebih modern, pemerintah berharap produktivitas dan mutu hasil olahan meningkat.
“Ini untuk memperkuat para pengolah kita. Semakin baik alatnya, semakin besar peluang produk mereka masuk pasar lebih luas,” ujar Kadis.
Melalui program ini, Pemkab Kutim menegaskan komitmennya hadir langsung meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat perikanan. (sl/adv)














